TRIBUNNEWS.COM - Ada perbedaan ucapan belasungkawa dari Presiden RI Prabowo Subianto atas wafatnya dua pemimpin negara Timur Tengah (Asia Barat), mendiang Pemimpin Tertinggi Iran (Supreme Leader) Ayatollah Ali Khamenei dan mendiang Emir Qatar periode 1995–2013, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani.
Sebagai informasi, Ayatollah Ali Khamenei gugur dalam rangkaian serangan udara yang diluncurkan duet Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) yang menargetkan para pejabat tinggi negara yang dulu disebut Persia itu.
Ali Khamenei yang menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran kedua sejak 1989 meninggal dunia dalam usia 86 tahun.
Meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei terkonfirmasi resmi pada keesokan harinya atau Minggu (1/3/2026).
Sementara, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026) dalam usia 74 tahun.
Mendiang Sheikh Hamad menjabat sebagai Emir Qatar selama kurang lebih 18 tahun, dari 1995 hingga 2013, sebelum menyerahkan tampuk kepemimpinannya kepada sang putra, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.
Untuk wafatnya mendiang eks Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Prabowo menyampaikan belasungkawa langsung dengan mengisi dan menandatangani Book of Condolences atau Buku Duka Cita di Kedutaan Besar Qatar, Jakarta, Rabu (15/7/2026) siang.
Didampingi Menteri Luar Negeri RI (Menlu) Sugiono, Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 12.40 WIB.
Selanjutnya, Prabowo yang pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI (Menhan) itu membubuhkan tanda tangan dan menuliskan ucapan duka cita di buku tersebut dengan disaksikan oleh Duta Besar Qatar untuk RI, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari.
Dalam pesan yang ditulisnya, Prabowo menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani.
Baca juga: Prabowo Melawat ke Kedubes Qatar, Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani
Prabowo juga mendoakan mendiang Emir Qatar kelahiran Doha, Qatar 1 Januari 1952 tersebut.
“Atas nama rakyat dan pemerintah Republik Indonesia, saya menyampaikan belasungkawa kami yang mendalam atas meninggalnya Yang Mulia Ayah Amir Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. Semoga Allah SWT Yang Maha Kuasa menempatkan di sisi terbaik di hadapan Tuhan,” tulis Prabowo, dikutip dari laman resmi presidenri.go.id.
Penandatanganan buku duka cita ini berlangsung tiga hari setelah mendiang Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani tutup usia.
Pantauan Tribunnews redaksi Solo di tayangan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu siang ini, saat Prabowo keluar dari gedung Kedutaan Besar Qatar diantar Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, terlihat sederet karangan bunga ungkapan duka cita dari pejabat RI.
Seperti Wakil Menteri Luar Negeri RI (Wamenlu) Muhammad Anis Matta dan Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora) Erick Thohir.
Adapun Prabowo telah mengutus Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI (Menkopolkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago untuk melawat ke Qatar dalam rangka menyampaikan belasungkawa langsung kepada Emir Qatar saat ini, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, atas meninggalnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani
Djamari sendiri sudah tiba di Doha, Qatar, pada Selasa (14/7/2026) pukul 07.35 waktu setempat.
Sementara itu, sikap Prabowo ketika Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia pada Sabtu, 28 Februari 2026 lalu sempat menuai sorotan.
Hingga beberapa hari setelah wafatnya Ali Khamenei, Ketua Umum Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) tersebut tak terlihat menyampaikan ucapan duka cita baik secara daring (online) maupun langsung (offline).
Padahal, para pemimpin negara lain sudah terang menyampaikan bela sungkawa, seperti Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim yang mengungkapkan duka sekaligus mengeluarkan pernyataan dan kecaman keras terkait pembunuhan terhadap Ayatollah Ali Khamenei yang dilakukan AS dan Israel.
Baru pada Rabu (4/3/2026), melalui keterangan tertulis, Sekretaris Kabinet RI (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkap bahwa Prabowo menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei melalui surat duka cita.
“Presiden Prabowo Subianto menulis surat dukacita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang gugur dalam serangan militer pada awal Maret 2026,” tulis Teddy dalam sebuah unggahan di akun Instagram @sekretariat.kabinet.
Kata Teddy, surat yang ditujukan langsung kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian itu diserahkan oleh Menlu RI Sugiono kepada Duta Besar Iran untuk RI, Mohammad Boroujerdi, di Jakarta.
“Surat resmi yang berisi belasungkawa mendalam atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei tersebut ditujukan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian,” lanjut Teddy.
Dalam rilis resmi yang diunggah di laman setkab.go.id pada Kamis (5/3/2026), hanya disebutkan bahwa Ayatollah Ali Khamenei 'gugur dalam serangan militer pada awal Maret 2026' tanpa menyebut siapa yang melakukan serangan tersebut.
Berbeda dari saat wafatnya Emir Qatar, Prabowo diketahui tidak berkunjung ke Kedutaan Besar Iran untuk RI untuk menandatangani Buku Duka Cita atau menyampaikan belasungkawa secara langsung.
Prabowo juga tidak hadir di rangkaian prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang digelar pada 3-9 Juli 2026 lalu, dan hanya mengutus Menlu RI Sugiono dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani sebagai delegasi untuk hadir secara langsung ke Teheran.
Sebelumnya, hanya Duta Besar RI untuk Iran (merangkap Turkmenistan) Rolliansyah Soemirat yang diminta untuk hadir takziyah mewakili pemerintah RI pada Sabtu (4/7/2026).
Namun, saat itu Rolliansyah Soemirat dikabarkan tidak mendapat akses masuk ke Grand Mosalla Teheran yang menjadi tempat persemayaman jenazah mendiang Ayatollah Ali Khamenei.
Sebab, otoritas Iran memutuskan bahwa hanya pejabat dengan tingkat jabatan di atas Duta Besar yang diperkenankan menghadiri prosesi penghormatan kepada mendiang Ayatollah Ali Khamenei.
Iran dan Qatar sendiri sudah dikenal sebagai dua dari puluhan negara sahabat dekat RI.
(Tribunnews.com/Rizki A.)