SURYA.CO.ID BANGKALAN – Niat tulus seorang sopir minibus untuk menolong korban kecelakaan justru berakhir tragis. H (35), warga Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, tewas setelah ditabrak truk trailer saat berusaha membantu korban kecelakaan beruntun di Bangkalan.
Peristiwa yang terjadi di Jalan Raya Desa Paterongan, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 03.00 WIB itu menyisakan duka mendalam.
Di tengah suasana dini hari yang masih lengang, aksi spontan korban untuk memberikan pertolongan kepada sesama pengguna jalan justru merenggut nyawanya. Kejadian tersebut menjadi potret kepedulian yang harus dibayar dengan pengorbanan paling mahal.
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kabupaten Bangkalan, Abdurrahman Said, memberikan apresiasi atas sikap responsif yang ditunjukkan korban.
"Almarhum berjihad saat berupaya melakukan penyelamatan namun berakhir pilu di tengah semakin derasnya potret ketamakan. Korban menegaskan bahwa, masih ada jiwa-jiwa yang suci, peduli, dan tidak memikirkan diri sendiri," tegas Abdurrahman kepada SURYA.CO.ID.
Baca juga: Pengendara Sepeda Motor Tanpa Identitas di Kota Surabaya Tewas Ditabrak Truk Hino
Kecelakaan beruntun tersebut bermula ketika truk Toyota Dyna yang dikemudikan ITW (33), warga Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, melaju dari arah barat dan menabrak truk Mitsubishi Colt Diesel yang dikemudikan seorang warga Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang.
Setelah melihat kejadian itu, H turun dari minibus yang dikendarainya untuk memberikan pertolongan kepada korban yang mengalami luka ringan.
Namun, saat berada di lokasi kejadian, tubuh H justru dihantam truk Fuso trailer yang dikemudikan AS (38), warga Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, yang melintas dari arah barat. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan dua korban luka ringan merupakan sopir dan kernet truk Toyota Dyna.
Melihat peristiwa tersebut, Abdurrahman berharap ada perhatian dari aparat kepolisian terhadap keluarga korban yang meninggal saat berupaya menyelamatkan orang lain.
"Apa langkah pihak kepolisian terhadap korban meninggal dunia itu?. Almarhum keluar dari rumah untuk menafkahi keluarganya namun meninggal dunia di perjalanan, itu sudah jihad dan harus disantuni," harap Abdurahman.
Baca juga: Pengendara Motor di Gresik Tabrak Truk Parkir, Satu Orang Terluka Parah
Ia juga mengetuk hati para pemangku kebijakan, khususnya jajaran kepolisian yang menangani kecelakaan lalu lintas di jalan raya.
"Menjadi momen yang sangat miris ketika tidak ada apresiasi dari pihak kepolisian, khususnya Kasat Lantas dan Kapolres Bangkalan. Apakah hatinya sekeras batu?, padahal mereka hanya numpang hidup dengan berdinas di Madura, Bangkalan. Mana kepeduliannya masyarakat Madura," pungkasnya.