Prospek Cemerlang Ekspor Daun Ketapang hingga Daun Manggis Babel, Dorong UMKM Perluas Pasar Global
Jariyanto July 15, 2026 08:24 PM

 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Kepala Karantina Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Herwintarti, mengatakan, daun ketapang menjadi satu dari sejumlah komoditas unggulan daerah yang memiliki prospek pasar.

Permintaan terhadap daun ketapang bahkan hingga ke mancanegara, di antaranya Amerika Serikat, Jepang, Inggris, hingga Jerman.

Data Best Trust, kata Herwintarti, sepanjang 2025 UMKM binaan Karantina Babel mengekspor 665,14 kilogram daun ketapang.

"Pada semester pertama 2026, volume ekspor mencapai 553,06 kilogram," ujar Herwintarti pada Web Series Go Ekspor Barantin #1 bertajuk "Kupas Tuntas: Daun Ketapang Babel Terbang ke Mancanegara" yang digelar secara daring Rabu (15/7/2026).

Baca juga: Car Free Day Belitung Diserbu Warga, Jadi Ajang Silaturahmi hingga Dongkrak Omset UMKM

Ia menilai capaian tersebut menunjukkan produk berbasis sumber daya alam lokal memiliki daya saing apabila didukung dengan pendampingan, pemenuhan persyaratan karantina, serta kualitas produk yang terjaga.

Selain daun ketapang, Herwintarti menyebut UMKM di Bangka Belitung juga mulai mengembangkan ekspor berbagai komoditas pertanian kering lainnya sebagai bentuk diversifikasi produk unggulan daerah.

Data Karantina Babel mencatat ekspor daun manggis kering mencapai 4.471 kilogram, sedangkan daun bambu kering sebanyak 122 kilogram diekspor ke Inggris.

Herwintarti berharap, melalui program Web Series Go Ekspor Barantin, makin banyak UMKM memahami peluang pasar internasional, tata cara pemenuhan persyaratan karantina, pentingnya ketertelusuran produk, hingga jaminan kesehatan komoditas yang menjadi syarat utama dalam perdagangan global.

Dalam kesempatan yang sama, eksportir daun ketapang asal Bangka Belitung, Lukman Nuhung, mengatakann, daun ketapang diekspor dalam bentuk daun kering dengan ukuran yang disesuaikan permintaan pembeli.

Baca juga: 11 UMKM Binaan Sinar Mas Agribusiness and Food Perluas Akses Pasar di Belitung Expo 2026

Produk tersebut banyak dimanfaatkan sebagai kondisioner air alami untuk akuarium, terutama bagi ikan hias seperti cupang, guppy, dan channa.

"Kandungan tanin pada daun ketapang membantu menstabilkan pH air, mempercepat penyembuhan luka pada ikan, serta memiliki sifat antibakteri dan antijamur," kata Lukman.

Perluas pasar global

Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia Shahandra Hanitiyo, mengatakan, web series merupakan bagian dari komitmen Barantin dalam mendampingi UMKM agar mampu memenuhi berbagai persyaratan ekspor sekaligus memperluas akses ke pasar global.

Masih banyak pelaku usaha yang belum memahami peluang ekspor terbuka lebar selama produk yang dipasarkan memenuhi standar dan ketentuan negara tujuan.

"Kami ingin UMKM makin banyak memahami peluang ekspor terbuka luas selama persyaratan negara tujuan dapat dipenuhi. Karantina hadir sebagai mitra UMKM dalam memenuhi persyaratan tersebut," ujar Shahandra.

Barantin, lanjutnya, akan terus hadir mendampingi pelaku UMKM melalui layanan karantina yang cepat, mudah, dan terpercaya agar makin banyak produk unggulan daerah yang mampu menembus pasar ekspor.

Web Series Go Ekspor Barantin #1 diikuti pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.

Hadir sebagai narasumber Atase Perdagangan Republik Indonesia di Jepang, Merry Astrid Indriasari serta pelaku UMKM sekaligus eksportir daun ketapang asal Bangka Belitung, Lukman Nuhung.

Tentang pohon ketapang

Pohon ketapang adalah tanaman peneduh populer yang dikenal karena tajuknya yang rindang, bertingkat-tingkat menyerupai payung, serta memiliki adaptasi yang kuat di kawasan pesisir maupun perkotaan.

Tumbuhan ini merupakan tanaman asli Asia Tenggara. 

Ketapang sering ditanam di pinggir jalan, taman, pantai, hingga halaman rumah untuk menurunkan suhu lingkungan. 

Jenis-jenis ketapang yang populer

  • Ketapang laut (Terminalia catappa): Jenis asli pantai dengan daun lebar, tebal, dan buah mirip almond. Daunnya akan berubah merah/kuning lalu gugur saat musim kemarau.
  • Ketapang kencana (Terminalia mantaly): Karakteristik daunnya kecil, rimbun, dan rapi. Populer untuk estetika hunian modern karena tidak mudah gugur;
  • Ketapang varigata: Varian dari ketapang kencana yang memiliki corak warna putih atau krem pada tepi daunnya.

Manfaat

  • Peneduh alami: Bentuk cabangnya yang mendatar efektif menghalang terik matahari dan menyejukkan udara;
  • Kesehatan ikan hias (cupang): Daun ketapang laut yang kering menghasilkan zat tanin untuk menurunkan pH air. Zat ini menjadi antibakteri alami bagi ikan cupang;'
  • Pengobatan tradisional: Air rebusan daunnya kaya antioksidan. Ekstrak ini dapat membantu meredakan radang sendi, diabetes, hingga iritasi kulit;
  • Ekologi Pantai: Di habitat aslinya, akar ketapang berfungsi mencegah erosi akibat abrasi air laut. (*)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.