Tersembunyi di Tengah Hutan Bambu Klaten, Jembatan 8 Lengkungan, Bekas Lintasan Lori Era Belanda
Candra Isriadhi July 15, 2026 08:57 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kabupaten Klaten memiliki banyak peninggalan bersejarah yang masih berdiri kokoh hingga sekarang.

Salah satunya adalah Kretek Londo yang berada di wilayah Temuireng, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Bangunan tua ini memiliki daya tarik tersendiri karena letaknya yang berada di tengah rimbunnya pepohonan bambu.

SEJARAH KLATEN - Kretek Londo di Jatinom Klaten.
SEJARAH KLATEN - Kretek Londo di Jatinom Klaten. (TikTok/@hyoubie)

Suasana di sekitarnya terasa sejuk dan asri, sehingga membuat siapa pun yang melintas seolah dibawa kembali ke masa lalu.

Di balik kesederhanaannya, Kretek Londo menyimpan cerita sejarah yang masih dipercaya oleh masyarakat sekitar.

Bangunan ini dikenal sebagai salah satu peninggalan zaman kolonial Belanda yang hingga kini masih dimanfaatkan warga sebagai jalur penghubung antarkawasan.

Baca juga: Pernyataan Mengejutkan Trump, Sebut Air Mata Jutaan Warga Iran di Pemakaman Ali Khamenei Palsu

Keunikan utama Kretek Londo terletak pada bentuk bangunannya. Sekilas, jembatan ini tidak tampak seperti jembatan pada umumnya.

Bagian bawahnya terdiri atas delapan lengkungan besar yang menyerupai deretan pintu, sehingga menciptakan tampilan arsitektur yang khas dan mudah dikenali.

Delapan lengkungan tersebut tersusun sejajar membentuk lorong-lorong yang menjadi ciri utama bangunan.

Saat dilihat dari kejauhan, deretan lengkungan itu berpadu dengan hijaunya rumpun bambu di sekelilingnya sehingga menghadirkan panorama yang menarik.

SEJARAH KLATEN - Kretek Londo di Jatinom Klaten.
SEJARAH KLATEN - Kretek Londo di Jatinom Klaten. (Google Maps)

Warga setempat menyebut bangunan ini sebagai "Kretek Londo".

Sebutan tersebut sudah digunakan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari identitas kawasan Temuireng.

Menurut cerita yang berkembang di tengah masyarakat, Kretek Londo dulunya bukan sekadar jembatan biasa.

Bangunan tersebut diyakini pernah menjadi lintasan lori pengangkut tebu pada masa kolonial Belanda.

Baca juga: Mengejutkan! Intelijen Israel Beberkan Dugaan Rencana Iran untuk Membunuh Donald Trump: Diotaki IRGC

Lori-lori tersebut digunakan untuk mengangkut hasil panen tebu dari perkebunan menuju pabrik pengolahan gula yang beroperasi pada masa itu.

Meski belum banyak informasi tertulis yang menjelaskan sejarah lengkap bangunan tersebut, kisah mengenai fungsi Kretek Londo sebagai jalur lori masih terus diceritakan oleh warga dari generasi ke generasi.

Kini, fungsi bangunan itu telah berubah. Tidak lagi dilintasi lori pengangkut tebu, Kretek Londo justru menjadi akses yang sering dilewati masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Keberadaan jembatan ini juga menjadi salah satu penanda sejarah yang masih bertahan di tengah perkembangan wilayah Jatinom.

SEJARAH KLATEN - Kretek Londo di Jatinom Klaten. (Google Maps/Deede Rahman)

Meski usianya diperkirakan sudah sangat tua, konstruksinya masih tampak kokoh.

Suasana alami di sekitar lokasi semakin menambah daya tarik Kretek Londo. Rimbunnya pohon-pohon bambu membuat kawasan tersebut terasa teduh, bahkan saat cuaca sedang terik.

Tak sedikit warga yang sengaja berhenti sejenak untuk menikmati suasana maupun mengabadikan keunikan bangunan tersebut.

Perpaduan antara arsitektur peninggalan masa kolonial dengan lanskap alam yang masih asri menjadikan Kretek Londo memiliki pesona tersendiri.

Bangunan ini bukan hanya menjadi jalur yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, tetapi juga menjadi saksi perjalanan sejarah yang masih bertahan di Kabupaten Klaten.

Hingga kini, Kretek Londo tetap menjadi salah satu lokasi unik yang layak dikenal lebih luas.

Selain memiliki nilai sejarah, bangunan ini juga menawarkan pemandangan yang berbeda berkat delapan lengkungannya yang ikonik di tengah rimbunnya hutan bambu.

(Tribunnewsmaker.com/Candra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.