MUQ Aceh Selatan Gelar Tasma' dan Orientasi Santri Baru 2026, Tanamkan Karakter Qur'ani
Eddy Fitriadi July 15, 2026 09:03 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Ilhami Syahputra | Aceh Selatan 

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN – Madrasah Ulumul Qur'an (MUQ) Aceh Selatan menyelenggarakan kegiatan Tasma' (Ta'aruf Santri Ma'had dan Akademik) dan Orientasi Santri Baru Tahun 2026 selama tiga hari, 14–16 Juli 2026. 

Kegiatan ini menjadi gerbang awal pembinaan bagi santri baru untuk mengenal kehidupan pesantren, sistem pendidikan, budaya akademik, serta nilai-nilai kepesantrenan yang menjadi fondasi pembentukan karakter di MUQ Aceh Selatan.

Prosesi pembukaan berlangsung khidmat dan semarak. Sanggar Seni Seulawet MUQ membuka acara dengan penampilan Rapa'i Geleng, yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan Shalawat Badar oleh Ustadz Taufiqurrahman.

Rangkaian kegiatan diawali dengan seleksi tahsin yang dilaksanakan setiap pagi sebagai upaya memetakan kemampuan membaca Al-Qur'an para santri baru. 

Pembukaan Tasma' kemudian diawali dengan prosesi peusijuek sebagai wujud doa dan harapan agar seluruh santri memperoleh keberkahan, kemudahan, serta keteguhan dalam menuntut ilmu.

Direktur MUQ Aceh Selatan, Ustadz Muhammad Ridho Agung, mengatakan bahwa Tasma' merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang dirancang untuk membentuk karakter santri sejak awal. 

“Melalui kegiatan ini, santri diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan pesantren, memahami tata kehidupan ma'had, serta menumbuhkan semangat belajar, kedisiplinan, dan akhlak Qur'ani sebagai bekal menempuh pendidikan,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, hal itu tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kualitas adab, kedisiplinan, dan komitmen dalam menjaga nilai-nilai Al-Qur'an di setiap aspek kehidupan.

Dalam laporannya, Ketua Panitia, Ustadzah Mutiara Aurelia, mengajak seluruh santri baru untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, kegembiraan, dan kesungguhan sebagai langkah awal membangun karakter serta budaya belajar di lingkungan pesantren.

Sementara itu, Kepala UPTD MUQ Aceh Selatan, Ustadz Abdurrahman, memberikan motivasi kepada para santri agar tidak gentar menghadapi proses pendidikan di pesantren. 

Menurutnya, setiap tantangan yang dihadapi pada masa awal merupakan bagian dari proses pembentukan mental dan karakter.

 "Menangis di awal tidak mengapa, daripada menangis karena penyesalan di kemudian hari," pesannya.

Memasuki hari pertama, para santri menerima pemaparan mengenai sistem pembelajaran dan kurikulum oleh Ustadz Muhammad Ragil Icha, dilanjutkan dengan sosialisasi halaqah kitab oleh Ustadz Iskandar. 

Pada malam harinya, panitia menggelar sesi ta'aruf antarsantri sebagai sarana membangun ukhuwah dan kebersamaan sejak awal masa pendidikan.

Baca juga: DPMG Aceh Selatan Buka Pelatihan KPM, Perkuat Peran Gampong dalam Percepatan Penurunan Stunting

Hari kedua difokuskan pada penguatan karakter dan kehidupan kepesantrenan. Ustadz Rosul Pilihan Daulay menyampaikan materi mengenai tata tertib dan pola pembinaan di asrama.

Sedangkan Ustadz Muhammad Andri Fihkri memperkenalkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler sebagai ruang pengembangan minat, bakat, dan kepemimpinan santri. Suasana kebersamaan semakin terbangun melalui permainan edukatif dan kegiatan nonton bersama yang diselenggarakan panitia.

Pada hari terakhir, peserta mengikuti sosialisasi organisasi santri tingkat SMP dan SMA sebelum rangkaian Tasma' ditutup secara resmi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelantikan ORSAMUQAS, penampilan hadrah, serta pembacaan Kitab Adhiyaullami' sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan.

Melalui penyelenggaraan Tasma' dan Orientasi Santri Baru Tahun 2026, MUQ Aceh Selatan berharap seluruh santri mampu beradaptasi dengan baik terhadap kehidupan pesantren, memahami sistem pendidikan yang diterapkan, serta tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak Qur'ani, disiplin, dan siap memberikan kontribusi bagi agama, bangsa, dan masyarakat.(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.