Detik-detik 2 Kapal Tanker yang Dikawal AS Kena Serangan Iran
Desy Selviany July 15, 2026 09:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Iran mengklaim menyerang kapal tanker di Selat Hormuz yang mendapatkan pengawalan dari militer Amerika Serikat (AS).

Terekam detik-detik pesawat tanpa awak milik Iran meledakan sebuah kapal yang melintas di Selat Hormuz pada Selasa (14/7/2026). 

Disebutkan bahwa kapal yang diserang merupakan kapal tanker yang mendapatkan pengawalan dari AS.

Sebelumnya AS menawarkan jasa pengawalan kepada kapal-kapal yang dikehendaki sekutu untuk melintas di Selat Hormuz. 

AS pun sudah melanggar gencatan senjata dengan Iran lantaran menyerang pasukan IRGC di Selat Hormuz dan menewaskan 3 di antaranya.

Dimuat BBC Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan ada dua kapal yang mereka serang di Selat Hormuz.

Kedua kapal tersebut diserang berturut-turut oleh Iran dan diduga merupakan kapal milik Uni Emirat Arab (UEA).

Kedua kapal tersebut yakni Kapal Mombasa dan Al Bahiyah.

Kedua kapal disebut mengalami kerusakan akibat serangan tersebut bahkan hingga memicu kebakaran di atas kapal.

UEA pun buka suara atas serangan Iran kepada kapal minyak mereka. Mereka mengecam serangan itu dan menyebutnya sebagai tindakan yang "terang-terangan".

Akibat serangan itu seorang awak kapal berkewarganegaraan India tewas dan delapan orang lainnya mengalami luka-luka.

Dari para korban yang terluka, enam orang adalah warga negara India dan dua lainnya warga negara Ukraina.

Sementara itu IRGC mengatakan kedua kapal tanker itu mengabaikan peringatan, mematikan sistem navigasi, dan berupaya melintasi jalur yang telah dipasangi ranjau.

IRGC menambahkan bahwa "kerja sama dengan musuh agresor" hanya akan berujung pada penyesalan, kerusakan, dan tertundanya pembukaan kembali jalur pelayaran di selat tersebut, serta berpotensi memicu "krisis energi global".

Baca juga: Tiga Tentara Iran Gugur Dibunuh AS di Tengah Kesepakatan Damai

Blokade di Selat Hormuz ini otomatis membuat harga minyak dunia kembali melambung setelah sempat normal sesaat AS dan Iran tanda tangan perjanjian perdamaian.

Sebelumnya perjanjian perdamaian Iran dan AS dipastikan nyaris gagal setelah perang kembali pecah hanya setelah beberapa pekan perjanjian perdamaian. 

Amerika Serikat dan Iran masing-masing menegaskan pada hari Senin bahwa mereka mengendalikan Selat Hormuz setelah serangkaian serangan selama akhir pekan yang meluas di seluruh Timur Tengah, yang semakin mengancam upaya diplomasi untuk mengakhiri perang.

Bentrokan terbaru dipicu oleh serangan Iran terhadap kapal kontainer pada hari Minggu di Selat Hormuz. 

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa Amerika Serikat "memperbarui" blokade terhadap Iran di Selat Hormuz dan akan mengenakan biaya kepada kapal-kapal untuk jalur aman.

Ia mengatakan di media sosial bahwa kapal-kapal Iran tidak akan lagi dapat melewati selat tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.