Manajer baru Chelsea, Xabi Alonso, tak membuang waktu untuk menunjukkan otoritasnya di Cobham dengan menerapkan program kebugaran pramusim yang sangat berat. Langkah ini ditujukan untuk memperbaiki kekurangan fisik skuad setelah musim lalu di mana The Blues secara statistik tertinggal dalam hal jarak tempuh dibanding hampir semua lawan mereka di Liga Primer Inggris. Pemain bintang Cole Palmer menjadi contoh dengan tampil luar biasa dalam tes bleep yang menuntut, meskipun sebelumnya sempat diganggu cedera.
Alonso menuntut revolusi fisik di Cobham
Awal era Alonso di Chelsea ditandai dengan perubahan tajam menuju peningkatan aspek fisik. Sesi latihan awal pramusim disebut-sebut mirip dengan metode intensitas tinggi milik mantan pelatih Mauricio Pochettino, menurut laporan BBC. Setelah musim yang berakhir dengan posisi ke-10 dan penampilan yang inkonsisten, Alonso bertekad memastikan para pemainnya tidak lagi kalah dalam hal daya tahan dan kecepatan.
Untuk mendukung perubahan ini, Alonso telah mendatangkan tim pelatih spesialis, termasuk Ismael Camenforte Lopez, yang bertanggung jawab menjaga tempo tinggi sepanjang latihan. Pesan awal sang pelatih menekankan tentang "jiwa, tujuan, dan energi positif," namun beban latihan yang diberikan menunjukkan bahwa kebugaran murni menjadi prioritas utama sebelum sesi taktik dimulai dalam tur pramusim global klub yang akan datang.
Palmer bersinar dalam hasil tes bleep
Meski sepanjang musim lalu Palmer harus mengelola masalah cedera pangkal paha berulang, pemain muda Inggris itu memukau staf pelatih dengan finis di posisi kedua dalam tes bleep di Cobham. Gelandang muda Reggie Walsh menempati posisi pertama, sementara bintang muda Brasil Estevao Willian melengkapi tiga besar dalam unjuk kemampuan fisik para pemain muda Chelsea.
Alonso tak segan memuji mantan pemain Manchester City itu dengan mengatakan: "Dia ingin bugar. Dia ingin melupakan masalah cedera yang mengganggunya tahun lalu. Dia pemain istimewa, dan jika dia menikmati permainannya serta berada dalam suasana hati yang baik, dia bisa menjadi pemain kunci bagi kami. Sejauh ini, semuanya berjalan baik." Pelatih asal Spanyol tersebut juga telah menegaskan bahwa ia berencana membangun tim di sekitar Palmer untuk membawa klub kembali ke Liga Champions.
Struktur baru dan kekuasaan manajerial
Tidak seperti pelatih-pelatih sebelumnya di bawah kepemilikan saat ini, Alonso datang dengan jabatan 'manajer' bukan sekadar 'kepala pelatih', menandakan peningkatan signifikan dalam pengaruhnya terhadap proyek olahraga klub. Kewenangan yang lebih besar ini memungkinkannya bekerja lebih dekat dengan lima direktur olahraga klub, struktur kolaboratif yang diyakininya akan menghasilkan langkah yang lebih tegas di bursa transfer.
Pelatih asal Spanyol itu optimistis bahwa revolusi taktis di Stamford Bridge akan didukung oleh perekrutan yang tepat. Alonso telah aktif di balik layar dengan mengadakan pembicaraan dengan Enzo Fernandez mengenai masa depannya serta menghubungi rekrutan baru seperti Marco Palestra untuk menjelaskan visi jangka panjangnya. Ia menegaskan bahwa skuad saat ini memiliki "fondasi yang kuat," namun tambahan pemain baru tetap diperlukan untuk bersaing di liga paling kompetitif di dunia.
Tur global sebagai ujian kebugaran terakhir
Alonso diuntungkan oleh ketersediaan banyak pemain senior sejak awal pramusim, karena sebagian besar bintang Chelsea tidak perlu bermain hingga tahap akhir Piala Dunia. Waktu latihan tambahan ini sangat penting, karena intensitas di Cobham hanyalah pemanasan sebelum jadwal pramusim yang padat yang akan membawa Chelsea berkeliling ke berbagai benua. Dengan laga yang dijadwalkan di Sydney, Hong Kong, Jakarta, dan Johor, The Blues akan menghadapi lawan tangguh seperti Tottenham, Juventus, dan AC Milan. Rangkaian perjalanan berat ini akan menjadi ujian langsung atas pondasi fisik yang kini sedang dibangun di London barat.