Kamil Onte Sebut Gol Kedua Spanyol Sebagai 'Gol Massacre', Puji Taktik Cerdas La Roja!
Rivaldi Ade Musliadi July 16, 2026 02:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Keberhasilan Tim Nasional Spanyol melangkah ke babak Final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Prancis dengan skor 2-0 di Dallas Stadium menarik perhatian banyak pihak.

Tak terkecuali bagi konten kreator sekaligus influencer ternama Pontianak, Kamil Onte, yang juga dikenal sebagai Sukep.

Laga bertensi tinggi yang berlangsung pada Selasa, 14 Juli waktu setempat tersebut melahirkan decak kagum. 

Karakter bermain La Roja yang tenang dinilai sukses mematikan perlawanan sengit dari Les Bleus.

Melihat jalannya laga semifinal tersebut, Kamil Onte secara blak-blakan mengakui keunggulan skuad asuhan Luis de la Fuente.

"Permainan Spanyol tadi malam memang harus kite akui lebih bagus daripada Prancis. Spanyol tampil jauh lebih tenang dalam penguasaan bolanya," ujar Kamil memberikan analisis khasnya kepada Tribun Pontianak, Rabu 15 Juni 2026.

Soroti Peran Pedro Porro dan Istilah 'Gol Massacre'

Lebih lanjut, Kamil Onte menyoroti bagaimana gol kedua Spanyol tercipta pada menit ke-58. 

Gol yang dicetak oleh bek kanan Pedro Porro setelah melakukan kombinasi satu-dua ciamik dengan Dani Olmo dianggap sebagai bukti kejeniusan taktik Spanyol.

• Wali Kota Singkawang Siapkan Videotron untuk Ajak Warganya Nobar Inggris vs Argentina

"Peluang yang tercipta itu justru datang juga dari sisi pertahanan mereka melalui Pedro Porro yang merupakan bek kanan Spanyol. Ini strategi taktik cerdas ciri khas Spanyol yang sangat jeli memanfaatkan peluang," tambah Kamil Onte.

Saking kagumnya dengan proses penyelesaian akhir yang akurat ke pojok bawah gawang Mike Maignan tersebut, influencer kocak ini sampai melabeli gol tersebut dengan istilah ekstrem.

"Saking rapinya kerja sama mereka, gol kedua itu layak kita sebut sebagai Gol MASACRE atau PEMBANTAIAN taktik bagi lini pertahanan Prancis," tegasnya.

Bedah Statistik Laga: Prancis Agresif, Spanyol Lebih Efektif

Ketenangan penguasaan bola yang disinggung oleh Kamil Onte tercermin jelas dari data statistik resmi pertandingan. 

Berdasarkan data yang dihimpun, Spanyol memang mendominasi ritme permainan dengan penguasaan bola mencapai 51 persen berbanding 49 % milik Prancis.

Dominasi operan pendek khas La Roja juga terlihat dari jumlah operan yang mencapai 487 kali, unggul atas Prancis yang mencatatkan 408 kali operan. 

Kendati demikian, akurasi operan kedua tim terbilang sangat ketat, di mana Prancis mencatat 87?n Spanyol 86 % .

Menariknya, Prancis sebenarnya bermain lebih agresif dalam menggempur pertahanan lawan.

Les Bleus melepaskan total 14 tembakan dengan 4 tembakan tepat sasaran (on target). 

Sementara Spanyol bermain jauh lebih efektif; dari total 10 tembakan yang dilepaskan, mereka hanya melepaskan 2 tembakan ke arah gawang, namun kedua-duanya berhasil dikonversi secara sempurna menjadi gol oleh Mikel Oyarzabal (menit 22 melalui titik penalti) dan Pedro Porro (menit 58).

Berikut rincian statistik lengkap laga Prancis vs Spanyol:

Skor Akhir: Prancis 0 - 2 Spanyol

Tembakan: Prancis 14 - 10 Spanyol

Tembakan ke Arah Gawang: Prancis 4 - 2 Spanyol

Penguasaan Bola: Prancis 49 % - 51 % Spanyol

Operan: Prancis 408 - 487 Spanyol

Akurasi Operan: Prancis 87 % - 86 % Spanyol

Pelanggaran: Prancis 11 - 12 Spanyol

Kartu Kuning: Prancis 2 - 1 Spanyol

Kartu Merah: Prancis 0 - 0 Spanyol

Offside: Prancis 4 - 5 Spanyol

Tendangan Sudut: Prancis 7 - 1 Spanyol

Spanyol Tatap Rekor Sejarah Baru

Kemenangan nirbobol (clean sheet) ini menjadi catatan impresif keenam bagi Spanyol dari tujuh pertandingan di sepanjang turnamen yang berlangsung di Amerika Utara ini. 

Tercatat, gawang Unai Simon baru kebobolan total 2 gol.

Jika berhasil mempertahankan performa kokoh ini di partai final nanti, Spanyol berpeluang menyamai rekor kebobolan paling sedikit tim juara Piala Dunia (2 gol) yang sebelumnya dipegang Prancis (1998), Italia (2006), dan skuad juara Spanyol sendiri pada edisi 2010 silam.

Kini, Spanyol tinggal menunggu pemenang antara laga Inggris melawan Argentina yang akan dihadapi di New York New Jersey Stadium pada hari Minggu mendatang untuk memperebutkan trofi paling bergengsi di dunia. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.