TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kabar Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dikaitkan sebagai penyebab kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Pertamina sempat berdalih kelangkaan dan antrean panjang pembelian BBM di sejumlah SPBU Sumatera Utara dipicu kebutuhan pascalibur sekolah.
Sebelumnya viral di medsos, gangguan distribusi BBM di sejumlah SPBU terganggu akibat PHK massal sopir.
Bagaimana tanggapan PT Pertamina.?
Terkini, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut membantah kabar viral tersebut.
Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menegaskan terkait pembenahan yang dilakukan hanya berupa evaluasi terhadap awak mobil tangki yang dinilai tidak memenuhi persyaratan maupun memiliki kinerja kurang baik.
“Memang ada pembenahan manajemen di transportasi, tetapi tidak dalam konteks PHK massal. Jadi ada beberapa yang dilakukan pembinaan sopir-sopir mobil tangki yang kurang perform, kemudian ada beberapa yang secara performance-nya tidak memenuhi persyaratan, itu kita lakukan penyesuaian,” kata Sunardi, Rabu (15/7/2026).
Baca juga: Antrean BBM Mengular, Wali Kota Medan Kerahkan Dishub dan Satpol PP dan Tambah SPBU Buka 24 Jam
Ia juga membantah isu yang beredar di media sosial terkait adanya mogok kerja sopir mobil tangki.
“Yang berkembang di dunia maya, di dunia medsos, bahwa ada isu-isu mogok sopir dan lain sebagainya. Kami sampaikan kepada masyarakat bahwa kondisinya tidak ada terjadi pemogokan sopir mobil tangki,” ujarnya.
Untuk mengatasi keterlambatan distribusi BBM, Pertamina telah mendatangkan 41 awak mobil tangki dari luar wilayah Sumbagut.
Selain itu, jumlah armada juga diperkuat dengan penambahan mobil tangki spot charter.
“Untuk shortage-nya ini, kita lakukan perbantuan awak mobil tangki dari luar daerah Sumbagut. Ada kurang lebih sekarang itu ada 41 perbantuan yang sudah didatangkan ke Sumbagut. Kemudian yang kedua, kita menambah tonase mobil tangki.
Mobil tangki yang ada, karena retasenya dengan kemacetan dan ini agak turun, kita tambah dengan mobil spot charter. Spot charter kurang lebih sekarang ada 35 unit,” katanya.
Menurut Sunardi, hingga Selasa malam distribusi BBM ke SPBU mencapai sekitar 6.000 kiloliter atau meningkat dibandingkan kondisi normal yang berkisar 5.400 kiloliter per hari.
“Per tadi malam juga, kita sudah melakukan delivery ke SPBU kurang lebih ada 6.000 KL. Dari kondisi normal 5.400, jadi ada kenaikan kurang lebih 40 persen. Ini untuk upaya kami merecovery stok yang ada di SPBU,” ujarnya.
Ia memastikan stok BBM di Fuel Terminal (FT) Medan dalam kondisi aman.
“Posisinya sekarang di FT Medan khususnya, kondisinya sangat aman. Pertalite ada 16 hari, kemudian untuk Biosolar itu tujuh hari namun kapal hari ini masuk. Kemudian untuk Pertalite besok ada kapal 32.000 KL masuk,” katanya.
Sunardi mengatakan, operasional distribusi BBM di Medan Group hingga kini tetap berjalan.
Untuk mempercepat distribusi, Pertamina juga mendapat dukungan dari TNI melalui personel Bekang yang memiliki kemampuan mengemudikan mobil tangki.
“Kondisinya operasional di Medan Grup masih berjalan dengan baik. Memang secara retase ada mengalami penurunan, makanya itu kita back up dengan penambahan mobil tangki spot charter plus dengan mendatangkan awak mobil tangki tambahan dari daerah lain,” ujarnya.
“Dan untuk men-smoothing kelancaran distribusi mobil tangki, kami juga di-back up oleh kawan-kawan dari TNI, dari Bekang yang punya kemampuan nyetir juga.
Nah, ini untuk memastikan perputaran mobil tangki supaya cepat balik ke depo. Dan ini menjadi upaya-upaya kami untuk bagaimana mempercepat pemulihan suplai di SPBU,” sambungnya.
Pertamina menargetkan distribusi BBM di Sumatera Utara kembali normal dalam dua hari ke depan.
“Kami mengimbau jangan panic buying. Karena kalau panic buying, pasti antreannya akan panjang.
Kami memberikan operasional mungkin nanti satu-dua hari harapannya stok di SPBU kita sudah mulai kita lakukan pemulihan.
Dan masyarakat kami himbau tenang, insyaallah kami akan bisa penuhi untuk kebutuhan dalam jangka waktu dua-tiga hari ini. Mungkin sampai Sabtu kira-kira sudah bisa normal kembali,” tutup Sunardi.
Antrean panjang masih terjadi hampir di seluruh SPBU karena keterlambatan pendistribusian BBM dari Pertamina.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindang ESDM) Sumut Dedi Jaminsyah mengatakan, Pemprov Sumut melakukan koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga Region Sumbagut untuk memastikan distribusi BBM berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Apabila 1-2 hari ke depan tetap terjadi antrean panjang, pihaknya akan melakukan sidak ke Pertamina.
"Iya kita terus koordinasi dan sudah minta ke Pertamina untuk mengatasi ini. Karena, Gubernur Sumut juga sudah marah. Tapi dari hasil koordinasi ini, antrean ini disebabkan adanya keterlambatan distribusi," jelasnya kepada Tribun-Medan.com.
Keterlambatan distribusi ini lanjutnya, mengakibatkan seluruh SPBU se-Kota Medan mengalami kehabisan stok di SPBU tersebut
Baca juga: Akhirnya Terungkap 2 Tersangka Tewasnya ASN di Apartemen Skyview, Hasil Penyelidikan Polrestabes
"Jadi ini distribusinya masih dalam perjalanan dan tidak lancar. Jadi khususnya di Medan sekitar itu terjadi antrean yang mengular. Jika dalam satu-dua hari ini tetap mengular, kita akan melakukan sidak," ucapnya.
Dedi mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Pemprov Sumut, bakal terus mengawal kelancarann dann optimis jika pasokan BBM di Sumut normal.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying serta membeli BBM sesuai kebutuhan. Kami optimis dengan langkah-langkah percepatan distribusi yang sedang dilakukan. Kondisi pasokan BBM di Sumut akan segera kembali normal," jelasnya.
Sebelumnya Pertamina berdalih kelangkaan dan antrean panjang pembelian BBM di sejumlah SPBU Sumatera Utara dipicu kebutuhan pascalibur sekolah.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan pihaknya memahami antrean kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat.
“Kami menyadari masyarakat harus mengeluangkan waktu lebih lama untuk mendapatkan BBM, termasuk para pengemudi angkutan umum, pelaku usaha, pekerja, dan masyarakat yang membutuhkan BBM untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan, stok Bahan Bakar Minyak (BBM) Sumut aman dan cukup.
Hanya saja, tidak ada supir yang mengantar ke Stasiun Pengisian Bahak Bakar Umum (SPBU).
Untuk itu, kata Bobby Nasution, pihaknya meminta petugas kepolisian dan TNI untuk membawa mobil tangki BBM tersebut ke SPBU yang ada di Sumut.
Dijelaskan Bobby Nasution, hal ini untuk menjawab keresahan masyarakat karena antrean yang mengular hampir di seluruh SPBU Sumut.
"Yang saya sampaikan dari hasil koordinasi dengan pihak Pertamina itu bukan kelangkaan BBMnya. Tapi pengemudi yang antar BBM nya terjadi pemberhentian massal," terangnya saat diwawancarai di Kantor Pemprov Sumut, Selasa (14/7/2026).
Dikatakannya, saat ini adalah permasalahan internal antara pihak Pertamina dengan sopir yang mengantar BBM ke SPBU.
"Karena ada pemberhentian massal, truk pengangkutnya tidak bisa beroperasi. Maka dari itu kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina, petugas TNI dan Polisi untuk menjadi driver dan mengantar serta mengecek pengamanan pasokan BBM," jelasnya.
(cr26/cr5/tribun-medan.com)