ICE Setop Pemeriksaan Kendaraan usai 2 Penembakan Fatal di AS, Ternyata Korban Bukan Target Operasi
Garudea Prabawati July 16, 2026 06:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) di Amerika Serikat (AS) menghentikan sementara sebagian besar pemeriksaan kendaraan di seluruh negeri setelah dua operasi penegakan hukum berujung penembakan fatal terhadap warga yang belakangan diketahui bukan target utama penangkapan.

BBC melaporkan, penghentian tersebut berlaku untuk sebagian besar pemeriksaan kendaraan dan hanya dikecualikan bagi operasi yang melibatkan target kriminal serius.

Langkah ini menjadi perubahan taktik terbesar ICE dalam beberapa waktu terakhir di tengah meningkatnya sorotan terhadap metode penegakan hukum lembaga tersebut.

Penasihat Perbatasan Gedung Putih, Tom Homan, mengatakan kebijakan itu bukan perubahan permanen, melainkan jeda sementara agar pimpinan ICE dapat meninjau kembali prosedur operasional. Ia menegaskan program deportasi tetap akan berlanjut.

Dua Penembakan yang Memicu Perubahan

Perubahan prosedur tersebut dipicu oleh dua penembakan fatal yang terjadi dalam kurun waktu kurang dari sepekan di Texas dan Maine.

Kasus pertama menewaskan Lorenzo Salgado Araujo (52) di Houston, Texas, saat ia sedang mengemudi menuju tempat kerja.

Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menyebut agen ICE menghentikan kendaraannya karena mengira seseorang di dalam mobil menyerupai target operasi. Namun setelah insiden terjadi, pemerintah mengakui Lorenzo bukan orang yang sedang dicari.

Baca juga: 8 Warga Sipil Tewas di Tangan Agen Imigrasi AS, Ada yang Ditembak di Depan Umum

Beberapa hari kemudian, insiden serupa terjadi di Biddeford, Maine.

Seorang warga negara Kolombia berusia 26 tahun, Joan Sebastian Durán Guerrero, ditembak mati ketika operasi penegakan hukum imigrasi berlangsung.

DHS menyatakan agen melepaskan tembakan karena menganggap tindakan korban membahayakan keselamatan publik saat berusaha melarikan diri menggunakan kendaraan.

Namun, CNN melaporkan sumber penegak hukum memastikan Joan juga bukan target utama operasi ICE.

Fakta bahwa dua korban tewas ternyata bukan sasaran penangkapan memicu kritik terhadap prosedur operasi lembaga tersebut.

ICE Mulai Perluas Penggunaan Body Camera

Selain menghentikan sebagian besar pemeriksaan kendaraan, ICE juga mengubah prosedur operasinya dengan memperluas penggunaan kamera tubuh (body camera) bagi para agen.

CNN melaporkan kedua agen yang terlibat dalam penembakan di Texas dan Maine tidak mengenakan kamera tubuh saat insiden terjadi.

Departemen Keamanan Dalam Negeri menyatakan setiap tim penangkapan nantinya akan dilengkapi sedikitnya satu agen yang menggunakan kamera tubuh sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.

Pemerintah juga menargetkan distribusi perangkat tersebut kepada seluruh agen ICE secara bertahap.

Protes dan Desakan Investigasi

Dua penembakan tersebut memicu aksi protes di sejumlah wilayah Amerika Serikat serta tuntutan agar dilakukan penyelidikan independen.

Senator Partai Demokrat Dick Durbin menilai perubahan prosedur saja tidak cukup tanpa evaluasi menyeluruh terhadap praktik penegakan hukum ICE.

Menurutnya, tekanan untuk memenuhi target penangkapan dan deportasi berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kesalahan dalam operasi lapangan.

Di Maine, anggota parlemen juga mendesak agar penyelidikan dilakukan oleh pihak independen, bukan hanya melalui mekanisme internal ICE.

Baca juga: Agen ICE Penembak Warga Venezuela Ditangkap setelah Diduga Berbohong, Peluru Tembus Kamar Anak

Tekanan terhadap ICE Meningkat

Perubahan prosedur ini menjadi salah satu penyesuaian paling signifikan sejak pemerintahan Presiden Donald Trump kembali memperketat kebijakan deportasi imigran.

Menurut Reuters, sedikitnya tujuh orang dilaporkan tewas dalam operasi penegakan hukum imigrasi di Amerika Serikat sejak Januari 2025.

Meski ICE menegaskan penghentian pemeriksaan kendaraan hanya bersifat sementara, keputusan tersebut menunjukkan meningkatnya tekanan terhadap lembaga itu setelah dua operasi yang berujung pada kematian warga yang ternyata bukan target penangkapan.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.