TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Genderang perburuan kerja dalam agenda Job Fair Kota Yogyakarta 2026 resmi bertabuh di Auditorium LPP Yogyakarta, Rabu (15/7/2026).
Namun, di balik riuh ratusan peserta bursa, terselip cerita perjuangan tanpa lelah dari para penyandang disabilitas yang coba mendobrak dinding skeptisisme dunia kerja.
Di antaranya adalah sosok Satria Ananda Putra Suryadarma, sarjana strata satu jurusan psikologi angkatan 2009.
Ia harus kembali berjuang menyusuri lantai pameran bursa kerja setelah terkena layoff dari tempat kerjanya terdahulu di kawasan Pakem, Kabupaten Sleman, kisaran 2024 lalu.
Satria, yang mengidap gejala Toksoplasmosis sejak lahir hingga menyebabkan sisi kanan tubuhnya lebih lemah, mengaku jalan menuju dunia kerja sangat berliku bagi kaum difabel.
Dalam dua tahun terakhir setelah pemutusan hubungan kerja (PHK), sudah lebih dari 10 lamaran kerja ia layangkan, namun hasilnya nihil.
"Sangat-sangat sulit. Kebanyakan perusahaan belum sepenuhnya menerima disabilitas. Kadang tes awal lolos, tapi begitu masuk sesi wawancara tatap muka langsung dicoret," kisahnya.
Satria memandang, anggapan miring terhadap para penyandang disabilitas sampai sejauh ini masih menjadi momok terbesar bagi kalangannya.
Perusahaan dirasa belum sepenuhnya membuka pikiran atau open-minded dalam melihat potensi yang dimiliki penyandang disabilitas.
"Mungkin mikirnya, 'buat apa menerima disabilitas kalau masih bisa menerima yang sehat?'. Pola pikir seperti itu yang sampai sekarang masih sering kami temui," keluhnya.
Nurul Mustakim (26), lulusan sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sleman tahun 2018, juga membagikan kisah serupa.
Padahal, ia memiliki rekam jejak mumpuni dengan pengalaman kerja selama 6 tahun di perusahaan raksasa teknologi Tokopedia, sebelum akhirnya terdampak badai PHK sekitaran 2025 lalu.
Bagi Nurul, kehadiran Job Fair Kota Yogyakarta 2026 memberikan secercah harapan baru, meski dirinya belum menemukan posisi yang benar-benar pas dengan keahliannya di hari pertama.
"Kalau untuk lowongan difabel sebetulnya di bursa kali ini sudah cukup memadai. Hanya saja, persyaratan terkait pendidikan yang sering menjegal. Banyak teman-teman difabel yang lulusan SMK seperti saya. Harapannya, perusahaan mitra juga membuka pintu lebar-lebar untuk lulusan SMK, tidak hanya berpatokan pada lulusan perguruan tinggi saja," terangnya.
Huda Kurniawan, seorang penyandang tuli berusia 44 tahun yang turut berburu pekerjaan di Job Fair 2026, menitipkan pesan bagi para perusahaan.
Ia berharap, dunia industri tanah air lebih terbuka, ramah disabilitas, serta mau melihat kemampuan pelamar secara objektif berdasarkan kompetensi kerja yang dimiliki.
"Kami ingin membuktikan, bukan hanya orang non-difabel yang bisa bekerja. Teman-teman difabel pun mampu berdikari, berdiri di atas kaki sendiri," ucapnya, dengan bahasa isyarat.
Baca juga: Faktor Penyebab Tujuh SD di Kulon Progo Tidak Mendapat Siswa Baru Tahun Ini
Komitmen inklusif
Plt Kepala Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Patricia Heny Dian, menegaskan komitmen menghadirkan bursa yang inklusif, dengan menyediakan lowongan khusus bagi penyandang disabilitas.
Melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan, difabel mendapat pendampingan penuh dari petugas yang disiagakan di lokasi Job Fair 2026 selama 15-16 Juli 2026.
"Nanti petugas akan membantu melakukan matching atau pencocokan kompetensi dengan posisi yang ramah disabilitas di perusahaan mitra," katanya.
Agenda tahunan itu menyediakan hingga 3.000 lowongan pekerjaan dari 29 perusahaan berbagai sektor usaha.
Heny menyebut lonjakan formasi ini terjadi berkat optimalisasi kuota yang diajukan oleh perusahaan-perusahaan mitra.
Penambahan kuota ini diharapkan mampu menjadi stimulus kuat untuk menekan angka pengangguran terbuka di Kota Pelajar.
Bukan tanpa alasan, berdasarkan data terbaru, tingkat pengangguran terbuka di wilayahnya terkini masih berada di angka 5,72 persen atau berkisar 2.336 jiwa.
"Harapannya dengan 3.000 lowongan yang kita buka di Job Fair selama dua hari ini, bisa mengurangi secara signifikan jumlah pengangguran tersebut," jelasnya. (aka)