Satu Terduga Pelaku Pengeroyokan di Klungkung Ditangkap, Tiga Lainnya dalam Pengejaran Kepolisian
Ida Ayu Suryantini Putri July 16, 2026 07:21 AM

 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Aparat kepolisian mengamankan seorang terduga pelaku kasus penganiayaan, Rabu (15/7/2026), yang terjadi di barat Pasar Galiran Klungkung, tepatnya di seputaran Jalan Mahoni, Semarapura Klod, Selasa (14/7/2026).

Terduga pelaku yang ditangkap, diduga kuat sebagai pihak melancarkan pukulan ke mulut korban, yakni seorang buruh harian lepas Lingkungan Lebah, Semarapura Kangin, I Kadek Indrawan (37).

"Seorang terduka pelaku sudah kami tangkap. Kami masih mintai keterangan terkait peristiwa kemarin," ujar Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, Rabu (15/7).

Baca juga: Nusa Penida Didorong Jadi Green Island, Ekosistem Kendaraan Listrik Dibangun di Klungkung Bali

Aparat juga masih mengejar 3 orang pelaku lainnya yang diduga ikut mengoroyok korban. "Tiga orang lagi masih dalam pengejaran," ungkapnya.

Sebelumnya, seorang buruh harian lepas di Kabupaten Klungkung menjadi korban pengeroyokan setelah menegur pengendara yang diduga mengendarai sepeda motor secara ugal-ugalan dalam kondisi mabuk.

Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan satu gigi, dua gigi lainnya goyang, serta mengalami lebam pada bagian mulut.

Peristiwa yang sempat viral di media sosial itu terjadi di Jalan Mahoni Nomor 17, Semarapura Kelod, Kecamatan Klungkung, Selasa (14/7) sekitar pukul 14.00 Wita.

Baca juga: WNA Inggris Maling di Nusa Penida Klungkung Bali, Bupati Satria Ancam Deportasi Wisatawan Nakal

Korban diketahui bernama I Kadek Indrawan (37), warga Lingkungan Lebah, Semarapura Kangin, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas. Kasus tersebut kini sedang ditangani Satreskrim Polres Klungkung.

Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa menjelaskan, kejadian bermula ketika seorang pria yang kini masih dalam penyelidikan melintas menggunakan sepeda motor dengan kecepatan tinggi sambil membawa minuman tradisional jenis tuak.

"Sesampainya di lokasi, pengendara tersebut terjatuh dari kendaraannya. Korban kemudian menghampiri dan menegur agar tidak mengendarai kendaraan secara ngebut," ujar Alit.

Namun, teguran tersebut justru memicu emosi pelaku yang diduga berada di bawah pengaruh minuman beralkohol.

Pelaku kemudian langsung memukul korban. Tidak lama berselang, sejumlah rekan pelaku datang ke lokasi dan ikut mengeroyok korban hingga mengalami luka cukup serius. Akibat pengeroyokan itu, satu gigi bagian atas korban tanggal, dua gigi lainnya menjadi goyang, serta mulut korban mengalami lebam. 

Sementara di sela kesibukan para buruh memindahkan barang dagangan, sejumlah anggota kepolisian menghampiri mereka satu per satu.

Kehadiran polisi pagi itu bukan untuk melakukan razia ataupun penindakan.

Mereka datang untuk memeberikan pembinaan, pasca-kejadian pengeroyokan yang terjadi di lokasi tersebut.

Pembinaan tersebut dipimpin Kasat Samapta Polres Klungkung AKP I Gusti Lanang Jelantik bersama Kapolsek Klungkung Kompol I Gusti Ngurah Yudistira.

Sasaran mereka adalah para buruh bawang asal NTT, yang sehari-hari bekerja di kawasan Pasar Galiran.

Sambil berdialog, polisi mendengarkan berbagai keluhan maupun informasi dari para pekerja. Mereka juga mengajak para buruh tetap menjaga hubungan baik antarsesama pekerja dan tidak mudah terpancing isu yang belum tentu benar.

Para buruh diingatkan agar setiap persoalan diselesaikan melalui jalur hukum. Jika menemukan atau mengalami gangguan keamanan, mereka diminta segera melapor kepada pihak kepolisian sehingga persoalan dapat ditangani lebih cepat dan tidak berkembang menjadi konflik.

Kasat Samapta Polres Klungkung AKP I Gusti Lanang Jelantik mengatakan, patroli dialogis menjadi salah satu langkah preventif untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif pasca kejadian penganiayaan.

"Kami mengajak seluruh pekerja untuk tetap menjaga persaudaraan, saling menghormati, dan tidak mudah terpancing emosi pasca adanya peristiwa penganiayaan. Polri akan terus hadir memberikan rasa aman serta mengedepankan langkah-langkah preventif agar situasi kamtibmas di Kabupaten Klungkung tetap kondusif," ujarnya. 

Minta Tokoh Ikut Aktif Cegah Konflik

Polres Klungkung meminta para tokoh dan koordinator warga asal Sumba yang berdomisili di Klungkung untuk mengambil peran lebih aktif untuk mencegah konflik di tengah masyarakat. 

Kasat Intelkam Polres Klungkung AKP Dewa Ketut Abdi mengajak para tokoh dan koordinator warga Sumba, agar dapat menjadi teladan sekaligus memberikan pemahaman kepada seluruh warganya untuk senantiasa menjaga kondusivitas, baik di lingkungan tempat tinggal maupun di lingkungan kerja. 

Selain itu, para tokoh masyarakat diharapkan mampu mengantisipasi potensi terjadinya perselisihan, baik antar sesama warga Sumba maupun dengan masyarakat lokal.

"Upaya ini sangat penting agar perselisihan tidak berkembang menjadi tindakan kekerasan," tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Reno Chandra Wibowo memastikan proses hukum terhadap kasus pengeroyokan tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menegaskan kepolisian akan menangani perkara secara profesional dan objektif.

"Kami mengimbau seluruh warga untuk menghormati norma, aturan, dan kearifan lokal di daerah tempat tinggalnya serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban," tegas AKP Reno Chandra Wibowo. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.