3 Gempa Beruntun Guncang Bandung, Sukabumi dan Pangandaran, Ini Kata BMKG
Dedy Herdiana July 16, 2026 07:35 AM

 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Terjadi 3 kali gempa bumi terkini di Jawa Barat mengguncang Bandung, Sukabumi, dan Pangandaran pada Rabu (15/7/2026) malam hingga Kamis (16/7/2026) dini hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terkini di Jawa Barat mengguncang Pangandaran terjadi pukul 03.50 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,5.

Pusat gempa bumi ditunjukkan BMKG di peta informasinya berada di laut dekat pantai, 81 Km Barat Daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Titik pusat gempa berada pada kedalaman 28 Km.

Namun, BMKG juga memberikan catatan disclaimer bahwa seluruh informasi gempa hari ini tersebut disampaikan dengan mengutamakan kecepatan penyiaran data publik.

"Info Gempa Mag:2.5, 16-Jul-2026 03:50:43 WIB, Lok: 8.06 LS - 107.86 BT, 81 km Barat Daya KAB-PANGANDARAN-JABAR, Kedlmn: 28 km ::BMKG Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG di akun X @bmkgwilayah2, Kamis (16/7/2026) dini hari.

Sebelumnya, BMKG melaporkan gempa terkini di Jawa Barat mengguncang Sukabumi terjadi pukul 02.39 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,1.

Pusat gempa bumi ditunjukkan BMKG di peta informasinya berada di darat dekat pantai, 50 Km Tenggara Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Titik pusat gempa berada pada kedalaman 41 Km.

Namun, BMKG juga memberikan catatan disclaimer bahwa seluruh informasi ini disampaikan dengan mengutamakan kecepatan penyiaran data publik.

"Info Gempa Mag:2.1, 16-Jul-2026 02:39:03 WIB, Lok: 7.38 LS - 106.78 BT, 50 km Tenggara KAB-SUKABUMI-JABAR, Kedlmn: 41 km ::BMKG Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG di akun X @bmkgwilayah2, Kamis (16/7/2026) dini hari.

Sebelumnya, BMKG melaporkan gempa terkini di Jawa Barat mengguncang Bandung terjadi pukul 19.49 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,4.

Pusat gempa bumi ditunjukkan BMKG di peta informasinya berada di laut dekat pantai, 90 Km Barat Daya Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Titik pusat gempa berada pada kedalaman 36 Km.

Namun, BMKG juga memberikan catatan disclaimer bahwa seluruh informasi ini disampaikan dengan mengutamakan kecepatan penyiaran data publik.

"Info Gempa Mag:2.4, 15-Jul-2026 19:49:55 WIB, Lok: 7.77 LS - 107.21 BT, 90 km Barat Daya KAB-BANDUNG-JABAR, Kedlmn: 36 km ::BMKG Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG di akun X @bmkgwilayah2, Rabu (15/7/2026) malam.

Baca juga: 6 Kabupaten Rasakan Guncangan Gempa Sukabumi M 4,3 Sabtu Malam, Ini Daftar Daerahnya dari BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam laporan terbarunya menyatakan gempa bumi yang teradi pada pukul 19.47 WIB tersebut pusatnya di 82 Km Tenggara Kota Sukabumi.

Titik pusat gempa berada pada kedalaman 22 Km.

Guncangan gempa bumi dirasakan di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur dengan Skala III MMI.

Serta dirasakan pula di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabu[aten Garut, dan Kabupaten Tasikmalaya dengan Skala II - III MM.

"Update Info Gempa Mag:4.3, 11-Jul-26 19:47:31 WIB, Lok:7.66 LS - 107.00 BT (82 km Tenggara KOTA-SUKABUMI-JABAR), Kedlmn: 22 Km, dirasakan Kab. Sukabumi, Kab. Cianjur III MMI, Kab. Bandung, Kab, Bandung Barat, Kab. Garut, Kab. Tasikmalaya II - III MMI ::BMKG," tulis BMKG di akun X @bmkgwilayah2, Sabtu (11/7/2026) malam.

Baca juga: Gempa Terkini di Jawa Barat M 4,3 Guncang Sukabumi Sabtu Malam, Siangnya 2 Kali Gempa

BMKG melaporkan gempa bumi terkini mengguncang Sukabumi terjadi pukul 19.47 WIB dengan kekuatan Magnitudo 4,3.

Pusat gempa hari ini ditunjukkan BMKG di peta informasinya berada di laut dekat pantai, 55 Km Tenggara Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Titik pusat gempa berada pada kedalaman 23 Km.

Namun, BMKG juga memberikan catatan disclaimer bahwa seluruh informasi ini disampaikan dengan mengutamakan kecepatan penyiaran data publik.

"Info Gempa Mag:4.3, 11-Jul-2026 19:47:31 WIB, Lok: 7.66 LS - 107.00 BT, 83 km Selatan KOTA-SUKABUMI-JABAR, Kedlmn: 22 km ::BMKG Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG di akun X @bmkgwilayah2, Sabtu (11/7/2026) malam.

Baca juga: Jabar Diguncang 3 Gempa Malam Ini, Melanda Bogor dan Bandung, Berikut Keterangan BMKG

Skala Gempa 

Berdasarkan skala MMI yang dikutip dari laman BMKG, berikut info MMI yang dapat dipelajari.

I MMI: Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

II MMI: Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

III MMI: Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

IV MMI: Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

V MMI: Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI: Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI: Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

IX MMI: Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

X MMI: Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI: Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

XII MMI: Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Berikut tindakan yang perlu kamu lakukan saat gempa terjadi.

1. Tetap tenang

  • Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang!
  • Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung.

2. Di dalam rumah

  • Jika pada saat gempa sedang berada di dalam rumah atau penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan ajak orang yang ada di sekitarmu.
  • Meja adalah tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa.
  • Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk. Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup.

3. Di luar ruangan

  • Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka.
  • Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun. Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan. 

4. Di kerumunan

  • JIka saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan.
  • Untuk mengindari hal tersebut. kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka.

5. Di gunung atau dataran tinggi

  • Jika gempa terjadi saat kamu sendang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung.
  • Hidari daerah dekat lereng karena dipastikan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa.

6. Pusat gempa di laut

  • Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami.
  • Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi.

7. Di dalam kendaraan

  • Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh.
  • Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.