Sempat Dilaporkan Hilang, Gatot Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan Rumah
Ardhi Sanjaya July 16, 2026 10:04 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Jasad Gatot, warga Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur ditemukan terkubur di pekarangan samping rumah, Rabu (15/7/2026).

Sebelum ditemukan tewas, Gatot sempat dilaporkan hilang oleh istrinya.

Hal ini diungkap Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kaloran, Joko Hari Karyono.

"Istrinya bilang kalau sang suami (Gatot) hilang," kata Joko mengutip Tribun Jatim, Rabu (15/7/2026).

Joko menyebut, Gatot tidak diketahui keberadaannya sejak Senin (13/7/2026). 

Sebelum menghilang, warga juga mengaku sempat mendengar pertengkaran yang terjadi di rumah korban.

"Di rumah ini sempat terjadi pertengkaran. Meski begitu karena menganggap urusan keluarga, warga tak mau ikut campur atau melerai," terangnya.

Warga tidak mencampuri persoalan tersebut karena menganggapnya sebagai urusan rumah tangga.

Mohammad Ali Ridho, warga sekitar mengatakan sempat mendengar teriakan minta tolong.

Suara itu terdengar dari arah rumah korban pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

"Warga mendengar ada teriakan meminta tolong," katanya. 

Saat teriakan histeris terdengar, rumah tersebut diketahui hanya dihuni oleh korban dan anak perempuan dan kekasihnya. 

Berdasarkan informasi, anak perempuan korban berstatus sebagai anak angkat. 

Sementara, sang istri sedang bekerja. Biasanya selesai kerja pada pukul 18.00 WIB. 

"Di rumah sama anaknya. Di dalam juga ada pacar dari anaknya. Anak perempuan itu sekira berusia 20 tahun," ungkapnya. 

Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kaloran, Joko Hari Karyono menjelaskan, keluarga awalnya berencana melaporkan hilangnya Gatot ke Polsek setempat. 

Namun rencana itu tak jadi dilakukan setelah muncul informasi bahwa Gatot disebut berada di Jombang, lalu berpindah ke Malang.

Keterangan yang berubah-ubah tersebut justru membuat warga semakin curiga.

"Kami curiga. Menurut keyakinan saya, Pak Gatot tidak mungkin hilang. Dia normal tidak pikun. Daya ingatnya normal. Hanya saja memang Pak Gatot sedang terserang sakit paru-paru," paparnya.

Warga yang curiga akhirnya mendatangi rumah Gatot untuk memastikan kondisinya.

Di kediaman Gatot, lima warga kini disambut oleh adik ipar Gatot yang saat itu sedang menginap di rumah tersebut.

"Keluarga ini dikenal tertutup. Jarang berinteraksi dengan warga," kata Joko.

Setelah meminta izin, warga kemudian memeriksa bagian dalam rumah hingga area pekarangan.

"Warga masuk rumah itu. Kami menyisir di berbagai titik," ujarnya.

Saat memeriksa pekarangan samping rumah, warga menemukan gundukan tanah yang terlihat baru diuruk. 

Di atasnya terdapat susunan genting dan batang pohon pisang.

Ketika didekati, warga mencium aroma tak sedap yang semakin menyengat. 

Mereka juga melihat bercak darah di dekat kamar mandi.

"Warga tak membongkar gundukan itu. Di samping itu, warga juga melihat ada bercak darah di dekat kamar mandi. Kami langsung bergegas menghubungi Polsek Ngronggot. Yang saya pikirkan terjadi sesuatu," ujarnya.

Setelah menerima laporan, petugas kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP.

Polisi kemudian mengevakuasi jasad yang diduga Gatot dari dalam gundukan tanah dan membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Selama proses olah TKP berlangsung, garis polisi dipasang di sekitar lokasi. 

Sejumlah warga juga tampak memadati area kejadian untuk menyaksikan proses penanganan oleh petugas.

Kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab kematian korban serta memastikan seluruh rangkaian peristiwa dalam kasus tersebut.

Penulis: Danendra Kusuma

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.