TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Tiga bangunan di Jalan Raya Maos-Sampang RT 02 RW 07, Desa Maos Lor, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dilalap api, Kamis (16/7/2026) dini hari.
Kebakaran ini diduga dipicu aksi bakar sampah yang ditinggal ronda.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap, Gatot Arief Widodo mengatakan, api dari pembakaran sampah diduga merembet ke kandang kayu di belakang rumah hingga api cepat membesar.
"Dugaan sementara, penyebab kebakaran adalah human error saat membakar sampah di depan bengkel, yang kemudian ditinggalkan sehingga api merambat ke bangunan di sekitarnya," ujarnya.
Baca juga: Cegah Overkapasitas, 18 Narapidana Lapas Cilacap Dipindah ke Purwokerto
Peristiwa itu bermula sekitar pukul 00.30 WIB, ketika pemilik bengkel membakar sampah di depan tempat usahanya, sebelum meninggalkan lokasi untuk ronda keliling.
Sementara, saat ditinggal, api pembakaran sampah belum benar-benar padam.
Gatot menjelaskan, sekitar pukul 01.00 WIB, seorang warga yang sedang beristirahat mendengar suara gaduh dari luar rumah lalu keluar untuk memastikan kondisi dan mendapati kepulan asap disertai kobaran api dari sebuah kandang kayu.
"Saksi langsung berteriak meminta pertolongan sehingga warga berdatangan dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, sebelum menghubungi Damkar," katanya.
Laporan kebakaran diterima Pos Damkar Kroya pada pukul 01.07 WIB.
Petugas segera bergerak menuju lokasi dengan waktu tanggap sekitar 15 menit.
Menurut Gatot, setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman, pendinginan, dan overhaul agar bara api tidak kembali menyala.
"Api berhasil kami kuasai sekitar pukul 01.20 WIB sehingga penyebaran ke bangunan lain dapat dicegah," ungkapnya.
Baca juga: Seleksi Belum Dibuka, 3 Nama Muncul sebagai Kandidat Kuat Sekda Cilacap
Kebakaran tersebut mengakibatkan tiga bangunan milik warga terdampak, yakni bengkel milik Munanto, rumah milik Siti Musrifah, dan bangunan milik Nahdiyatun.
Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai sekitar Rp400 juta.
Gatot menambahkan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian itu. (*)