Jakarta (ANTARA) - Indonesia dan Spanyol bertemu untuk membahas penguatan kerja sama kebudayaan kedua negara dan menegaskan dukungan terhadap pelindungan budaya Palestina dalam pertemuan bilateral di Madrid, Spanyol.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Menteri Kebudayaan Spanyol Ernest Urtasun, yang berlangsung di sela International Conference on the Reconstruction of Cultural Sector in Palestine, membahas pembaruan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bidang kebudayaan sebagai landasan pengembangan berbagai program kerja sama, terutama pada sektor perfilman.

"Kami mengusulkan kemudahan skema koproduksi bagi sineas kedua negara. Selain itu, kita dapat mengembangkan skema matching fund atau dana padanan untuk mendukung para pembuat film," ujar Fadli Zon dalam siaran pers yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Indonesia dan Spanyol memiliki peluang besar untuk mengembangkan kolaborasi industri film melalui kemudahan skema koproduksi bagi sineas kedua negara. Menurut Fadli Zon, industri perfilman Indonesia saat ini memproduksi lebih dari 250 film setiap tahun sehingga menjadi modal untuk memperluas produksi bersama dan memperkuat jejaring industri kreatif kedua negara.

Fadli Zon menegaskan Indonesia berkomitmen terus mempererat hubungan bilateral dengan Spanyol melalui diplomasi budaya. Menurut dia, kerja sama kedua negara dapat dikembangkan lebih lanjut melalui pembentukan pusat kebudayaan, penguatan kolaborasi di bidang warisan budaya, serta penyusunan agenda bersama yang berkelanjutan.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Kebudayaan Spanyol Ernest Urtasun menyatakan dukungannya terhadap penguatan kerja sama perfilman Indonesia dan Spanyol. Dia juga mendorong peningkatan partisipasi film Indonesia pada berbagai festival film internasional di Spanyol, termasuk Festival Film San Sebastián dan Festival Film Málaga.

"Kita perlu menjajaki peluang untuk mengundang film-film Indonesia agar berpartisipasi dalam festival tersebut. Sektor perfilman dapat menjadi salah satu bidang prioritas dalam kerja sama kedua negara," kata Urtasun.

Dukungan untuk pelindungan kebudayaan Palestina

Pertemuan menteri itu juga membahas dukungan terhadap pembentukan International Alliance for the Protection of Palestinian Culture sebagai upaya melindungi identitas dan warisan budaya Palestina.

Fadli Zon mengapresiasi inisiatif Pemerintah Spanyol dalam memperkuat dukungan internasional terhadap pelindungan budaya Palestina.

"Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Namun, bukan hanya karena faktor tersebut, dukungan terhadap perjuangan Palestina datang dari pemerintah, parlemen, dan masyarakat Indonesia secara luas,” kata Fadli Zon.

UNESCO tengah mengembangkan sejumlah program untuk mendukung pelindungan kebudayaan Palestina. Selain itu, Arab League Educational, Cultural and Scientific Organization (ALECSO) bersama Liga Arab juga menjalankan berbagai inisiatif guna menyinergikan upaya internasional dalam menjaga warisan budaya Palestina.

Urtasun mengapresiasi komitmen Indonesia dalam mendukung pelindungan kebudayaan Palestina.

“Kami memiliki komitmen kuat untuk mendukung Palestina. Bersama UNESCO, kami telah melakukan upaya besar untuk mendukung kebudayaan di Ukraina, dan kami meyakini bahwa upaya serupa juga perlu dilakukan untuk Palestina,” ujar dia.