Pelatih kepala Argentina, Lionel Scaloni, memuji para pemainnya setelah kemenangan dramatis 2-1 atas Inggris di semifinal Piala Dunia FIFA 2026, dengan mengatakan bahwa timnya telah mencapai sesuatu yang "luar biasa" dan kini akan memberikan segalanya untuk merebut gelar juara.
Argentina bangkit dari ketertinggalan di Atlanta untuk memastikan tempat di final Piala Dunia hari Minggu melawan Spanyol. Sementara itu, Inggris gagal mencapai final Piala Dunia pertama mereka sejak tahun 1966 dan kini akan menghadapi Prancis dalam perebutan tempat ketiga.
Scaloni memberikan pujian besar kepada seluruh skuad dan berterima kasih kepada setiap pemain, termasuk mereka yang masuk dari bangku cadangan.
“Kami harus berterima kasih kepada para pemain. Sulit dijelaskan dengan kata-kata apa yang telah dilakukan kelompok ini. Kami akan berusaha memenangkan final, tetapi apa yang sudah dicapai oleh anak-anak ini sungguh luar biasa. Saya sangat berterima kasih kepada para pemain. Tanpa mereka, hal ini tidak mungkin terjadi. Saya ingin memberikan penghargaan khusus kepada mereka yang tidak bermain namun tetap memberikan dukungan dari luar lapangan. Ini adalah kelompok yang luar biasa. Mereka yang bermain dari bangku cadangan hari ini berperan sangat penting,” ujar Scaloni dalam konferensi pers setelah pertandingan.
'Kami akan memberikan segalanya'
Scaloni menegaskan bahwa pujian pribadi bukanlah hal yang penting baginya. Fokus utamanya adalah memastikan tim selalu siap menghadapi setiap tantangan.
“Semoga orang-orang berpikir baik tentang saya, tapi jujur saja, hal itu tidak membuat saya khawatir. Itu tidak memengaruhi saya. Kekhawatiran saya adalah memastikan para pemain berada dalam kondisi terbaik saat turun ke lapangan dan selalu siap menghadapi hari esok. Saya pikir kami adalah pemenang yang adil. Kami siap menghadapi apa pun yang akan datang,” kata Scaloni.
Menjelang final melawan Spanyol, Scaloni berjanji bahwa Argentina akan memberikan seluruh kemampuan mereka demi mempertahankan trofi Piala Dunia.
“Kami akan berusaha untuk menang, kami akan memberikan segalanya. Tapi apa yang telah dicapai sejauh ini sudah luar biasa. Kami unik, dan ini bukan kesombongan, ini tentang hati. Seragam ini pantas mendapatkannya. Berikan segalanya sampai akhir, tanpa menahan apa pun,” ujar Scaloni.
'Tim ini bermain lebih baik saat dalam kesulitan'
Scaloni mengatakan bahwa timnya tidak pernah berhenti percaya meskipun tertinggal hingga menit-menit akhir pertandingan. Ia merasa Argentina menciptakan banyak peluang dan terus menyerang hingga akhirnya berhasil membalikkan keadaan.
“Dalam sepak bola seperti juga dalam kehidupan, kamu harus memberikan segalanya sampai akhir. Tim ini bermain lebih baik saat dalam kesulitan. Jika bola tidak masuk, kami akan kalah 1-0 meski memiliki tujuh peluang emas. Kami terus menekan hingga peluit akhir. Kami pikir pertandingan melawan Mesir adalah puncaknya, tapi pertandingan ini melampauinya,” ujar Scaloni.
Ia juga berbicara tentang bagaimana cepatnya emosi berubah dalam sepak bola.
“Ini adalah satu-satunya momen kebahagiaan murni yang kami miliki. Besok, rasa tegang dan tekanan akan kembali lagi. Para pemain ini tidak terbebani oleh tanggung jawab. Kami tidak dihitung sukses hanya karena menang atau kalah. Yang paling penting adalah bagaimana kami menghadapi setiap situasi,” tambahnya.
Argentina melaju ke final melawan Spanyol
Inggris unggul lebih dulu pada menit ke-55 melalui gol Anthony Gordon dan tampak berada di jalur kemenangan. Namun Argentina menunjukkan semangat juang luar biasa.
Enzo Fernandez menyamakan kedudukan pada menit ke-85 sebelum Lionel Messi memberi umpan kepada Lautaro Martinez yang mencetak gol kemenangan di waktu tambahan, melengkapi kebangkitan luar biasa.
Pertandingan berlangsung ketat sepanjang waktu, dengan kedua tim menciptakan sedikit peluang jelas di babak pertama. Argentina kini akan menghadapi Spanyol di final Piala Dunia FIFA 2026 pada hari Minggu, sedangkan Inggris akan bertemu Prancis dalam laga perebutan tempat ketiga.