Lomba Balita Indonesia Pemkab OKI Cegah Stunting, Sekda : SDM Berkualitas Dimulai Sejak Dini
Welly Hadinata July 16, 2026 11:49 AM

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui berbagai program edukasi kepada masyarakat.

Salah satunya dengan menggelar Lomba Balita Indonesia Tingkat Kabupaten di Pendopoan Kabupaten OKI, Kamis (16/7/2026).

Ajang tersebut tidak hanya menjadi kompetisi memilih balita sehat, tetapi juga dimanfaatkan sebagai media edukasi bagi keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pola asuh, serta pemantauan tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Sekretaris Daerah (Sekda) OKI, Asmar Wijaya, mengatakan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas harus dimulai sejak anak masih berada pada masa emas pertumbuhan.

"Anak adalah anugerah sekaligus amanah. Masa depan daerah dan bangsa ditentukan oleh bagaimana kita memenuhi kebutuhan gizi, kesehatan, dan tumbuh kembang mereka sejak usia dini," ujar Asmar kepada Sripoku.com.

Menurutnya, stunting tidak hanya berdampak pada terhambatnya pertumbuhan fisik anak, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas saat dewasa.

Karena itu, pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari keluarga, tenaga kesehatan hingga pemerintah.

"Pemkab OKI terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak melalui optimalisasi puskesmas dan posyandu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, perluasan imunisasi, hingga edukasi gizi kepada masyarakat," katanya.

Keluarga Jadi Kunci

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten OKI, Ike Meilina Muchendi, menekankan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter dan kualitas anak.

Menurutnya, usia nol hingga lima tahun merupakan periode penting sehingga orang tua harus memberikan perhatian penuh terhadap kebutuhan anak, terutama dalam pemenuhan gizi.

"Rumah harus menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi anak. Keberanian mereka menghadapi dunia luar tumbuh dari kedekatan dan kasih sayang orang tua," ujarnya.

Ia juga mengajak keluarga membiasakan pemberian makanan bergizi dari bahan alami atau real food sebagai bagian dari upaya mencegah stunting.

Diikuti 36 Balita

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, Alamsyah, menjelaskan lomba diikuti 36 balita hasil seleksi dari seluruh kecamatan di Kabupaten OKI.

Peserta dibagi dalam dua kelompok usia, yakni 6–24 bulan dan 24–59 bulan.

Penilaian dilakukan oleh tim multidisiplin yang terdiri atas dokter spesialis anak, dokter umum, psikolog, ahli gizi, serta Tim Penggerak PKK.

Empat aspek utama yang dinilai meliputi kondisi kesehatan, pertumbuhan, perkembangan, dan pola asuh keluarga.

Balita terbaik nantinya akan mewakili Kabupaten OKI pada Lomba Balita Indonesia Tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

"Kami berharap edukasi dari kegiatan ini tidak berhenti pada saat lomba selesai, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar setiap anak di OKI tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas," ujar Alamsyah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.