Krisis BBM di Aceh Tenggara Berlanjut, Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying
Budi Fatria July 16, 2026 12:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

TribunGayo.com, KUTACANE – Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, hingga saat ini masih belum teratasi.

Berdasarkan pantauan TribunGayo.com pada Kamis (16/7/2026) pukul 10.00 WIB, stok BBM di sejumlah SPBU dilaporkan habis, di antaranya SPBU Lawe Kihing dan SPBU Kuning, Kecamatan Bambel.

Sementara itu, antrean kendaraan masih memadati SPBU Lawe Desky, Kecamatan Babul Makmur.

Di lokasi tersebut, hingga pukul 11.30 WIB stok BBM jenis Pertalite dan Biodiesel (B50) telah habis.

Baca juga: BBM Langka di Aceh Tengah, Sopir dan Warga “Menjerit” Ekonomi Tersendat

Kelangkaan pasokan BBM ini mulai memberikan dampak serius terhadap produktivitas dan roda ekonomi masyarakat di Aceh Tenggara.

Desak Perketat Pengawasan Distribusi

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Barisan Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara, Dahrinsyah, mendesak jajaran Polres Aceh Tenggara dan Polsek setempat untuk memperketat pengawasan distribusi BBM di seluruh SPBU.

"Perketat pengawasan di SPBU agar pendistribusian BBM tepat sasaran dan terhindar dari praktik penimbunan atau pengisian berulang yang merugikan masyarakat,” tegas Dahrinsyah, Kamis (16/7/2026).

Dahrinsyah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying dan menimbun BBM di rumah, mengingat risiko keamanan yang tinggi, terutama pada jenis Pertalite dan Solar.

Ia menekan agar masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan saja demi mencegah oknum tertentu mempermainkan harga di tingkat eceran.

Keluhan Pengendara

Di sisi lain, salah seorang pengendara bernama Muslim berharap masalah ini segera teratasi.

Menurutnya, saat ini harga Biodiesel di tingkat pengecer masih Rp 9.000 per liter dan Pertalite Rp 13.000 per liter.

"Saya kuatirkan kalau harga di enceran sampai Rp 15 ribu hingga 20 ribu karena sulit nya mendapatkan BBM sekarang ini," ujarnya.

Terus Melakukan Pemantauan

Menanggapi desakan tersebut, Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo melalui Kasat Reskrim Iptu Zery Irfan menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan ketat terhadap pendistribusian BBM di seluruh SPBU di wilayah hukumnya.

Iptu Zery Irfan menjelaskan bahwa kelangkaan ini merupakan permasalahan regional yang tidak hanya terjadi di Aceh Tenggara, tetapi juga berdampak hingga ke wilayah Sumatera Utara.

“Kondisi kelangkaan ini bersifat regional, sehingga antrean panjang tidak terelakkan karena tingginya volume kendaraan yang melintas dan mengisi BBM di SPBU kita,” tutupnya. (*)

Baca juga: Aceh Tenggara Krisis BBM, SPBU Dipadati Antrean Kendaraan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.