BPBD PPU Temukan 4 Titik Kebakaran Lahan yang Terpantau dari Satelit
Samir Paturusi July 16, 2026 01:09 PM

TRIBUNKALTIM.CO,PENAJAM - Musim kemarau mulai memunculkan titik panas di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU mencatat, sedikitnya empat hotspot yang muncul dalam sepekan terakhir.

Kepala BPBD PPU Nurlaila mengatakan seluruh titik panas tersebut, langsung diperiksa melalui pengecekan lapangan atau ground check untuk memastikan apakah benar terjadi kebakaran.

Hasil pemeriksaan menunjukkan, seluruh hotspot berasal dari aktivitas pembukaan lahan, dengan cara dibakar oleh warga. Asap dan panas dari pembakaran itu kemudian terdeteksi oleh satelit sebagai titik panas.

Empat lokasi yang ditemukan berada di Gunung Steleng, Nipah-Nipah, Nenang, serta kawasan Maridan hingga Giripurwa.

Baca juga: Lahan Gambut di Nipah-Nipah Penajam Terbakar, BPBD PPU Turunkan Mobil Tangki

"Setelah dilakukan ground check, ternyata memang ada aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar," ungkap Nurlaila, Kamis (16/7/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut mulai terlihat seiring meningkatnya hari tanpa hujan di PPU selama Juli. Dalam dua pekan terakhir, hujan hanya turun satu hingga dua kali.

Kondisi cuaca yang semakin kering membuat potensi kebakaran lahan lebih mudah terjadi, sehingga setiap kemunculan hotspot harus segera ditindaklanjuti.

BPBD terus memantau perkembangan titik panas yang muncul selama musim kemarau, untuk memastikan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Baca juga: Rumah Warga Babulu Terbakar, BPBD PPU Kirim Bantuan Logistik Sembako dan Perlengkapan

Selain melakukan pengecekan lapangan, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

"Kalau dibuka dengan cara dibakar, panasnya akan terdeteksi satelit dan tentu berisiko menimbulkan kebakaran," pungkasnya. (*)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.