TRIBUNJABAR.ID - Bek Persib Bandung Sandy Walsh menjawab pertanyaan yang beredar di media sosial terkait tren pemain diaspora bermain di Liga Indonesia.
Sandy Walsh merupakan satu dari enam pemain baru Persib Bandung yang diumumkan bergabung pada musim 2026/2027.
Selain Sandy Walsh, pemain diaspora yang juga bergabung dengan Persib Bandung musim ini adalah Ragnar Oratmangoen.
Keduanya menyusul tiga pemain diaspora sesama berlabel Timnas Indonesia, Eliano Reijnders, Thom Haye, dan Dion Markx, yang telah bergabung sejak musim lalu.
Di Liga Indonesia, tren kehadiran para pemain diaspora ini telah berlangsung sejak musim lalu.
Selain di Persib Bandung, klub-klub lain juga turut merekrut beberapa pemain khususnya yang berlabel Timnas Indonesia seperti Jordi Amat, Mauro Zijlstra, dan Shayne Pattynama ke Persija Jakarta, Rafael Struick dan Ivar Jenner ke Dewa United, hingga Jens Raven ke Bali United.
Sandy Walsh menyadari bahwa tren kehadiran para pemain diaspora ini menjadi perbincangan tersendiri, khususnya bagi pecinta sepak bola Tanah Air.
Baca juga: Jadwal Persib Bandung di Piala Presiden 2026, Laga Resmi Perdana setelah Libur Panjang
Bahkan, tidak sedikit yang menilai bahwa bermain di Liga Indonesia ini adalah sebuah penurunan karier.
"Saya tahu banyak orang mempertanyakan mengapa saya dan banyak pemain di tim nasional bergabung dengan Liga Indonesia," ujar Sandy Walsh, dikutip dari tayangan YouTube PERSIB, Kamis (16/7/2026).
"Mungkin mereka menganggapnya sebagai penurunan karier. Tetapi saya tidak suka pertanyaan tersebut," sambungnya.
Pemain yang sebelumnya mengangkat trofi juara Liga Thailand bersama Buriram United ini menilai, jauh lebih penting memikirkan bagaimana sebagai pemain bisa sama-sama mengembangkan Liga Indonesia.
"Pertanyaan lainnya adalah bagaimana kami bisa meningkatkan Super League? Bagaimana kami bisa membangun Super League di level yang jauh lebih tinggi," tutur Sandy Walsh.
Menurut Sandy Walsh, sudah seharusnya menjadi tujuan bersama untuk meningkatkan kualitas dari Liga Indonesia.
"Kami memiliki banyak pemain (tim nasional) yang mendapatkan kesempatan untuk bermain di Liga Indonesia, ditambah lagi dengan para pemain muda lokal," kata dia.
"Jadi menurut saya, ini adalah misi dan ambisi kami bersama untuk meningkatkan kualitas liga itu sendiri. Juga, untuk membangun salah satu liga terbaik di Asia Tenggara, bahkan mungkin di Asia," imbuhnya.
Pemain kelahiran Brussel, Belgia, pada 14 Maret 1995 tersebut meyakini, Liga Indonesia memiliki kesempatan untuk mencapai level tersebut dengan segala modal yang dimiliki.
"Kita memiliki semua peluang dan kualitas untuk mewujudkannya," ujar Sandy Walsh.
Berangkat dari penilaian tersebut, Sandy Walsh pun akhirnya memilih untuk melabuhkan hatinya ke Persib Bandung.
"Bergabung dengan Persib berarti bergabung dengan tim terbaik dan terbesar di Indonesia. Serta, klub yang menunjukkan kualitasnya di kompetisi Asia," ungkap Sandy Walsh.
Dengan bergabung bersama tim berjuluk Pangeran Biru ini, kata Sandy, menjadi salah satu cara mewujudkan ambisinya meningkatkan kualitas Liga Indonesia.
"Itu juga merupakan salah satu cara untuk membantu meningkatkan kualitas liga. Itu salah satu misi saya bergabung dengan Persib. Saya bersyukur atas kesempatannya, dan saya siap untuk mulai bekerja," ujarnya.
Sebelumnya, Sandy Walsh diperkenalkan oleh Persib Bandung bersamaan dengan winger asing asal Bosnia Herzegovina, Luka Menalo, di Graha Persib, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (2/7/2026).
Ia menandatangani kontrak dengan durasi tiga tahun bersama Persib Bandung.
Baca juga: Gosip Transfer Persib Bandung: Pemain Asing Berlabel Timnas Kans Dibajak Klub Vietnam, Bobotoh Rela?
Setelah bergabung bersama Persib Bandung, Sandy Walsh memilih angka 6 sebagai nomor punggungnya setelah bergabung bersama Persib Bandung.
Pemain Timnas Indonesia tersebut memiliki alasan tersendiri di balik pilihannya menggunakan nomor punggung 6.
Bahkan, ia sudah mendiskusikannya terlebih dahulu bersama sang istri, Aislinn Konig, yang merupakan pemain basket tim nasional Belanda.
Adapun, makna di balik nomor punggung 6 ini adalah gabungan dari nomor punggung yang biasa digunakan oleh keduanya.
"Saya biasa menggunakan nomor punggung 5, istri saya nomor punggungnya 1. Karena istri sedang hamil, 5 plus 1, jadilah saya memilih 6," jelas Sandy Walsh, dikutip dari laman resmi klub, Jumat (10/7/2026).
Sebagai informasi, nomor punggung 6 di persib Bandung sendiri sebelumnya digunakan oleh Robby Darwis, yang kini telah hengkang.
Namun demikian, Sandy Walsh mengaku sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan nomor punggungnya di Persib Bandung.
Terlebih lagi, pemain keturunan Surabaya itu telah lama menanti untuk bisa bergabung dengan tim kebanggaan Bobotoh ini.
"Bagaimanapun juga kita berjuang untuk emblem di depan, bukan nomor di belakang."
"Saya senang akhirnya bisa bergabung Persib setelah tiga tahun lalu Coach Bojan (Hodak) menghubungi saya," bebernya.