Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mencatat berbagai capaian strategis dalam penguatan mutu akademik sepanjang periode September 2022 hingga Juli 2026.
Dalam kurun waktu hampir empat tahun, fakultas ini berhasil meningkatkan jumlah guru besar, memperluas pengakuan akademik, memperkuat jejaring internasional, hingga melahirkan berbagai prestasi di tingkat nasional dan internasional.
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Salman Abdul Muthalib Lc MAg mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya akademik yang berorientasi pada kualitas, kolaborasi, dan daya saing global.
"Seluruh capaian ini bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari komitmen bersama seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan para mitra. Kami terus berupaya membangun Fakultas Ushuluddin dan Filsafat sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang unggul, adaptif, dan mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional," ujar Salman, Rabu (15/7/2026).
Baca juga: Jurusan Teknologi Informasi Jadi Prodi Favorit pada PMB Reguler SSE UIN Ar-Raniry 2026
Salah satu capaian paling menonjol adalah peningkatan jumlah guru besar yang melonjak dari tiga orang menjadi sebelas orang. Pada saat yang sama, jumlah jurnal ilmiah terakreditasi nasional juga meningkat dari dua menjadi enam jurnal dengan peringkat SINTA 2, SINTA 3, dan SINTA 4.
Di bidang akademik, tiga program studi berhasil meraih akreditasi Unggul, yakni Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Studi Agama-Agama, serta Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Selain itu, Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir juga memperoleh sertifikasi ISO pada 2023 sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan penjaminan mutu pendidikan.
Menurut Salman, peningkatan kualitas akademik tersebut menjadi fondasi penting bagi pengembangan fakultas dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.
"Kami tidak hanya mengejar capaian administratif, tetapi berupaya memastikan seluruh indikator tersebut berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," katanya.
Di tingkat internasional, FUF UIN Ar-Raniry secara konsisten menyelenggarakan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Internasional sejak 2023 hingga 2025. Program tersebut menjadi pengalaman perdana bagi mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian di luar negeri dan memperluas wawasan global.
Fakultas juga memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga internasional, di antaranya Universiti Islam Sultan Abdul Halim Mu'adzam Shah (UniSHAMS) Kedah, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Universiti Malaysia Terengganu (UMT), Ma'had Taufiqiyyah Jitra, serta sejumlah institusi lainnya.
Melalui kemitraan tersebut, berbagai program Tri Dharma Perguruan Tinggi dikembangkan, mulai dari riset, pertukaran akademik, seminar internasional, hingga kolaborasi publikasi ilmiah.
Baca juga: Pakar Indonesia-Malaysia Bahas Digitalisasi Manuskrip Nusantara di UIN Ar-Raniry
Tidak hanya itu, sebanyak 12 mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat juga memperoleh bantuan pendidikan dari Hasene International Jerman dan Kafalah Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan akses pendidikan.
Di bidang kemahasiswaan, prestasi mahasiswa juga menunjukkan tren positif. Pada Kompetisi Ilmiah Mahasiswa Ushuluddin Nasional (KIMUN), mahasiswa FUF meraih sembilan gelar juara pada 2023, meningkat menjadi 12 juara pada 2024, serta 11 juara pada 2025. Selain KIMUN, mahasiswa juga berhasil meraih prestasi pada berbagai kompetisi nasional dan internasional, mulai dari Musabaqah Tilawatil Quran, kaligrafi, debat ilmiah, tahfiz Al-Qur'an, olahraga, hingga duta bahasa dan duta budaya.
Sementara itu, dosen Fakultas Ushuluddin dan Filsafat juga aktif menghasilkan publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi serta memperoleh pendanaan riset dari lembaga luar negeri, termasuk ASEAN Institute for Peace and Reconciliation dan Universiti Kebangsaan Malaysia.
Dalam empat tahun terakhir, fakultas juga rutin menyelenggarakan konferensi internasional yang menghadirkan akademisi dari berbagai negara. Berbagai tema strategis diangkat, mulai dari perubahan sosial pascapandemi, Islamofobia, keberagaman Indonesia, hingga ekoteologi dalam perspektif multidisipliner Ushuluddin.
Baca juga: Rektor UIN Ar-Raniry Sumbang Tulisan dalam Buku Diplomasi Agama: Jalan Damai Nasaruddin Umar
Selain konferensi internasional, FUF juga menghadirkan sejumlah ulama dan akademisi dunia melalui program kuliah tamu, di antaranya Syekh Said Abdullatif Fudah dari Yordania dan Prof Dr Hossein Mottaqi dari Al-Musthafa International University, Iran.
Salman menambahkan, produktivitas dosen juga tercermin dari lahirnya sejumlah Hak Kekayaan Intelektual (HKI) hasil kolaborasi dosen dan mahasiswa yang memperkaya khazanah keilmuan Islam dalam berbagai bidang kajian.
"Capaian ini menjadi modal penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring internasional, memperkuat riset, serta melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, integritas moral, dan daya saing global," ujarnya.
Ia menegaskan, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat akan terus memperkuat transformasi akademik melalui inovasi, kolaborasi, dan peningkatan mutu berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen mendukung visi UIN Ar-Raniry menjadi universitas Islam yang unggul di tingkat nasional maupun internasional. [*]