TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA – Kristin Alpenni terlihat senyum sumringah saat ditemui penulis.
Wanita berambut panjang ini merupakan Account Officer (AO) PNM Mekaar Mamasa.
Baca juga: Imigrasi Mamuju Catat PNBP Tembus Rp1,4 Miliar Semester Pertama
Baca juga: Benarkah Minum Kopi dan Begadang Bisa Sebabkan Batu Ginjal? Dokter Ungkap Faktanya
Tugasnya menjadi garda terdepan, yang menghubungkan akses permodalan, pendampingan, dan harapan bagi perempuan prasejahtera Indonesia.
Menjadi AO PNM membuat Kristin memahami bahwa pemberdayaan bukan hanya tentang pembiayaan, melainkan tentang mendampingi dan menguatkan harapan.
Setiap hari ia bertemu langsung dengan ibu-ibu pengusaha ultra mikro, mendengarkan perjuangan mereka, serta membantu mereka mengakses pembiayaan dan pendampingan usaha.
Sebagai AO PNM Mekaar, lulusan sebuah perguruan tinggi di Makassar tahun 2023 ini ingin membuktikan, bahwa ketika anak muda diberi kesempatan untuk berkarya dan melayani, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh keluarganya sendiri, tetapi juga oleh banyak perempuan yang sedang berjuang membangun masa depan yang lebih baik.
Namun jauh sebelum dia berkarya bersama PNM, Kristin mengaku pernah berada di titik kebingungan saat mencari pekerjaan, di tengah terbatasnya lapangan kerja dan kondisi ekonomi keluarga yang menuntutnya segera membantu orang tua membiayai pendidikan dua adiknya.
Hingga kesempatan akhirnya datang pada awal 2024, ketika ia bergabung dengan PNM Mekaar.
Sejak saat itu, Kristin tidak hanya memperoleh pekerjaan, tetapi juga menemukan kesempatan untuk menjadi bagian dari perubahan hidup masyarakat pra sejahtera di sekitarnya.
“Ketika menerima gaji pertama, saya langsung memberikannya kepada orang tua untuk membantu biaya sekolah adik-adik saya. Rasanya sangat bersyukur karena akhirnya saya bisa membantu meringankan beban keluarga," ujarnya.
Dia bertemu dengan banyak masyarakat, terutama ibu-ibu yang ingin mebgubah jalan hidup.
Pertemuan tak hanya sekali, tapi rutin melalui pertemuan mingguan.
Kristin menyaksikan sendiri bagaimana para nasabah yang sebelumnya memiliki usaha kecil dengan keterbatasan modal mulai berkembang, memperoleh penghasilan yang lebih baik, dan semakin percaya diri dalam mengelola usaha maupun keuangan keluarga.
"Saya semakin bangga bekerja di PNM adalah ketika melihat langsung, ibu-ibu yang awalnya kesulitan mengembangkan usaha bisa meningkatkan pendapatan dan membantu keluarganya. Saya merasa pekerjaan ini bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga menjadi jalan untuk menebar manfaat bagi orang lain,” tambahnya.
Pengalaman tersebut menjadi motivasi tersendiri baginya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Mencerminkan bagaimana PNM tidak hanya memberdayakan nasabah, tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda untuk tumbuh dan memberikan dampak sosial bagi masyarakat.
Melalui semangat “Bersama di Setiap Langkah, Menemani di Setiap Perjuangan” (*)