Rakor Koperasi se-Kota Pangkalpinang, 42 Koperasi Merah Putih Disiapkan Jadi Motor Penggerak Ekonomi
Rusaidah July 16, 2026 02:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang terus memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat. 

Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 42 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah terbentuk di Kota Pangkalpinang, dengan dua koperasi di antaranya sudah resmi beroperasi.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, saat membuka Rapat Koordinasi Koperasi se-Kota Pangkalpinang di Balai Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (16/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Dessy membacakan sambutan Menteri Koperasi Republik Indonesia pada peringatan Hari Koperasi Nasional.

Ia mengatakan, pemerintah saat ini menempatkan koperasi sebagai salah satu instrumen penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

"Di Kota Pangkalpinang sendiri telah terbentuk 42 Koperasi Merah Putih. Dua koperasi telah diresmikan dan mulai beroperasi, sedangkan sisanya masih dalam proses penyelesaian dan persiapan operasional," kata Dessy.

20260716 DESSY5
RAKOR KOPERASI  – Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Koperasi se-Kota Pangkalpinang di Balai Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (16/7/2026). (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Menurutnya, program Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. 

Kehadiran koperasi juga diyakini dapat memperpendek rantai distribusi, mempermudah akses pembiayaan, memperluas pemasaran produk unggulan daerah, hingga menghadirkan berbagai layanan ekonomi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Secara nasional, lanjut Dessy, lebih dari 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terbentuk. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.061 koperasi telah mulai beroperasi sebagai tahap awal implementasi program pemerintah.

Dalam sambutan Menteri Koperasi yang dibacakannya, Dessy menegaskan koperasi tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan, melainkan menjadi wadah usaha bersama yang mengutamakan kesejahteraan anggotanya.

"Koperasi bukan sekadar badan usaha yang berorientasi pada keuntungan, tetapi merupakan bentuk usaha bersama yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggotanya berdasarkan semangat gotong royong, tolong-menolong, dan asas kekeluargaan," ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep tersebut merupakan warisan pemikiran Bapak Koperasi Indonesia, Mohammad Hatta, yang memandang koperasi sebagai wujud demokrasi ekonomi. 

Setiap anggota memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam mengembangkan usaha bersama.

Karena itu, keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dari sejauh mana koperasi mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh anggotanya.

20260716 RAKOR KOPERASI3
RAKOR KOPERASI – Kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Koperasi se-Kota Pangkalpinang di Balai Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (16/7/2026). (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah) 

Kepada awak media, Dessy juga menegaskan Pemerintah Kota Pangkalpinang berkomitmen memperkuat koperasi melalui pembinaan, pengawasan, peningkatan kapasitas pengurus, hingga mendorong transformasi digital dalam tata kelola koperasi.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar koperasi mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika dunia usaha yang terus berubah.

"Kami ingin koperasi di Pangkalpinang menjadi koperasi yang modern, sehat, profesional, transparan, akuntabel, dan memiliki daya saing sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.

Ia juga mengajak seluruh insan koperasi untuk terus menjaga semangat gotong royong, memperkuat kolaborasi, dan meningkatkan tata kelola organisasi agar koperasi semakin dipercaya sebagai pilar ekonomi rakyat.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.