Lionel Messi sekali lagi memainkan peran penting saat Argentina memastikan tempat mereka di final Piala Dunia FIFA 2026 dengan kemenangan dramatis atas Inggris di Atlanta. Meskipun pemain berusia 39 tahun itu tidak mencetak gol, pengaruhnya pada pertandingan terlihat jelas sepanjang babak kedua dan perpanjangan waktu ketika Argentina bangkit dari ketertinggalan untuk memastikan pertandingan melawan Spanyol.
Inggris tampil disiplin sepanjang sebagian besar pertandingan dan awalnya berhasil membatasi pengaruh Messi. Tim asuhan Thomas Tuchel memenuhi area tengah dengan efektif, dengan Elliot Anderson, Jude Bellingham, dan Declan Rice bekerja sama untuk membatasi ruang bagi kapten Argentina tersebut. Akibatnya, Argentina menguasai penguasaan bola tetapi kesulitan menciptakan peluang jelas sebelum jeda.
Inggris memimpin tak lama setelah babak kedua dimulai ketika Anthony Gordon menyelesaikan peluang melewati Emiliano Martinez setelah menerima umpan silang dari Morgan Rogers. Gol tersebut membuat Argentina berada di bawah tekanan dan tampak memperkuat kendali Inggris atas pertandingan.
Namun, Argentina secara bertahap meningkatkan intensitas serangan mereka seiring berjalannya babak kedua. Messi menyesuaikan posisinya, bergerak ke area yang lebih lebar dan lebih banyak terlibat dalam permainan membangun serangan. Pergerakannya membantu menciptakan celah saat Argentina menekan Inggris lebih dalam ke setengah lapangan mereka sendiri.
Gol penyeimbang datang setelah Messi mendapatkan bola di sisi kanan dan dengan sabar menunggu ruang terbuka sebelum memberikan umpan kepada Enzo Fernandez di dekat tepi kotak penalti. Fernandez menyelesaikan dengan klinis melewati Jordan Pickford untuk menyamakan kedudukan bagi Argentina.
Pengaruh Messi terus tumbuh saat Argentina mempertahankan tekanan. Pada akhir pertandingan, ia mencatat 94 sentuhan dan menciptakan empat peluang, termasuk dua peluang jelas, menjadi titik fokus dari hampir setiap serangan signifikan Argentina.
Menjelang akhir waktu tambahan, dengan perpanjangan waktu yang semakin dekat, Messi memberikan kontribusi penting lainnya. Setelah menjaga bola tetap hidup di dekat garis belakang, ia mengangkat umpan silang ke arah tiang jauh, di mana Lautaro Martinez memberikan sentuhan akhir untuk memastikan kemenangan Argentina dan mengirim sang juara bertahan ke final.
Meskipun tidak menambah jumlah delapan golnya di turnamen ini, Messi memberikan dua assist dan semakin memperkuat catatan luar biasa di Piala Dunia. Dalam enam penampilan Piala Dunia, ia kini memiliki 21 gol dan rekor 12 assist, menegaskan pengaruh abadi dirinya di panggung sepak bola terbesar.
Keberhasilan Argentina juga menyoroti keseimbangan dalam skuad Lionel Scaloni. Pemain seperti Enzo Fernandez, Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, dan Julian Alvarez berbagi beban kerja, memungkinkan Messi menjaga energinya dan memberikan kontribusi penting saat peluang muncul.
Kemenangan ini menentukan laga final yang sangat dinanti melawan Spanyol. Argentina akan berusaha mempertahankan gelar juara dunia mereka, sementara Spanyol datang setelah performa impresif menuju pertandingan final. Laga final ini juga akan menampilkan duel menarik antara Messi dan generasi baru bintang Spanyol, termasuk Lamine Yamal, Pau Cubarsi, dan Dani Olmo.
Saat Argentina bersiap untuk pertandingan final turnamen, Messi sekali lagi menunjukkan bahwa pengaruhnya melampaui gol. Visi, kreativitas, dan pengambilan keputusannya terbukti krusial dalam memandu Argentina melewati tantangan besar Piala Dunia lainnya dan menuju final.