Antre Sejak Subuh, Warga Bone Kecewa Gagal Dapat Solar karena Stok Habis
Sudirman July 16, 2026 02:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bone, Sulawesi Selatan.

Antrean kendaraan mulai mengular setelah shalat shubuh, Kamis (16/7/2026).

Sedikitnya tujuh SPBU di Kota Watampone yang menjadi lokasi antrean kendaraan.

Yakni SPBU Palakka Jalan Poros Bone-Makassar, SPBU Jalan Jenderal Ahmad Yani, SPBU Jalan Agus Salim, SPBU Jalan Lapawawoi, SPBU Bajoe Jalan Jenderal Yos Sudarso, SPBU Palanga di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, serta SPBU Boda di Jalan Poros Bone-Sengkang.

Panjang antrean kendaraan diperkirakan mencapai lebih satu kilometer.

Kondisi itu membuat arus lalu lintas terganggu karena sebagian kendaraan  berhenti di badan jalan.

Baca juga: Curhat Sopir yang Menginap Menunggu Solar di SPBU Sidrap: Truk Tak Jalan, Gaji Tak Ada

Tak jarang suara klakson dari sesama pengendara terdengar.

Pengendara mobil, Nurdiana Islamiati, mengaku sengaja memilih mengisi solar di SPBU Palanga karena antreannya dinilai lebih sedikit dibandingkan SPBU lainnya.

Ia berangkat dari rumah usai menunaikan salat Subuh dengan harapan bisa lebih cepat mendapatkan solar.

Namun antrean kendaraan sudah cukup panjang.

Nurdiana tetap bertahan dan menunggu sekitar tiga jam.

Saat gilirannya hampir tiba, petugas justru mengumumkan stok solar telah habis.

"Sudah dekat sekali antreanku, tinggal tiga mobil di depan. Tiba-tiba petugas bilang solar habis. Terpaksa saya pulang tanpa isi solar," kata Nurdiana saat ditemui di SPBU Palanga.

Ia mengaku sempat berkeliling ke beberapa SPBU lainnya di Kota Watampone.

Namun kondisi di setiap SPBU hampir sama, yakni dipenuhi antrean kendaraan yang mengular.

"Sudah keliling cari di SPBU lain, semuanya penuh antrean. Akhirnya saya pulang saja, mobil saya simpan di garasi karena tidak ada solar," ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan pengendara lain Rahmat Hidayat.

Menurutnya, antrean solar sudah menjadi pemandangan setiap pagi di sejumlah SPBU.

"Kalau datang setelah pagi, biasanya sudah tidak kebagian. Mau tidak mau harus antre sejak subuh, itu pun belum tentu dapat," tuturnya.

Ia berharap distribusi solar ke Kabupaten Bone segera kembali normal.

Antrean panjang tidak hanya menghabiskan waktu masyarakat, tetapi juga menyebabkan kemacetan dan mengganggu pengguna jalan lain.

"Waktu banyak terbuang hanya untuk antre. Kami berharap pasokan solar segera ditambah supaya kondisi ini tidak terus terjadi," tandasnya.

Sebelumnya Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan stok BBM masih aman.

Sales Branch Manager Sulsel II Fuel, Muhammad Ridho Hasbullah, menyebut pasokan cukup untuk kebutuhan harian.

“Stok BBM subsidi dan non-subsidi masih mencukupi,” jelasnya.

Pertamina mengimbau masyarakat tetap membeli di SPBU resmi dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.