Kunci Sukses Mahesa Kertanegara Siswa SMAN 2 Bandar Lampung Menjuarai OSN Ekonomi
Robertus Didik Budiawan Cahyono July 16, 2026 02:40 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Seorang siswa berpakaian lengkap menggunakan baju putih abu-abu dan dasi sedang fokus membaca buku ekonomi yang berjejer di atas meja di Perpustakaan SMAN 2 Bandar Lampung.

Baca juga: Cerita Siswa SMAN 14 Bandar Lampung Lolos Kedokteran Unila, Chika Pede Pilih 1 Jurusan

Ia adalah Mahesa Kertanegara (16), siswa kelas XI SMAN 2 Bandar Lampung, yang baru saja meraih juara 2 OSN Bidang Ekonomi Tingkat Kota Bandar Lampung.

Pencapaian itu diraihnya pada kesempatan pertama mengikuti OSN tingkat SMA. Perjalanan Mahesa di dunia olimpiade dimulai sejak duduk di bangku kelas VII SMP. 

Saat itu ia sempat mengikuti Olimpiade IPA, namun menyadari bahwa bidang tersebut bukanlah minatnya.

"Awalnya diajak ikut IPA, tapi ternyata itu bukan passion saya. Waktu kelas VIII saya mencoba Olimpiade IPS dan berhasil meraih peringkat pertama. Dari situ saya sadar memang bidang saya ada di IPS," ujar Mahesa.

Kecintaannya terhadap IPS ternyata tumbuh dari lingkungan keluarga. Sang ayah gemar menceritakan kisah-kisah sejarah, sementara ibunya merupakan lulusan bidang ekonomi.

"Ayah saya suka cerita sejarah sejak saya kecil. Ibu juga lulusan ekonomi, jadi memang dari rumah saya sudah dekat dengan ilmu-ilmu IPS," katanya.

Jatuh Cinta pada Ekonomi

Meski IPS memiliki banyak cabang seperti geografi, sejarah, hingga kebumian, Mahesa memilih fokus pada ekonomi. Ketertarikannya muncul saat mengikuti Olimpiade IPS di SMP.

Kala itu, pembinanya merupakan guru ekonomi yang berhasil membuka wawasannya mengenai dunia ekonomi.

"Dari situ saya merasa ekonomi menarik sekali. Akhirnya saya memilih mendalami ekonomi dibanding bidang IPS lainnya,” jelasnya.

Persiapan Berbulan-bulan

Kesuksesan Mahesa bukan datang secara instan. Ia mulai mempersiapkan diri secara serius sejak semester dua ketika mengikuti seleksi kelas unggulan olimpiade di SMAN 2 Bandar Lampung.

Seleksi dilakukan menggunakan soal-soal olimpiade sesuai bidang yang dipilih. Mahesa kembali menunjukkan kemampuannya dengan meraih peringkat pertama pada tes ekonomi.

Masuk ke kelas unggulan membuatnya memperoleh tambahan pembelajaran ekonomi selama enam jam pelajaran setiap pekan.

Tidak hanya belajar di sekolah, Mahesa juga mendapat pendampingan dari alumni berprestasi melalui kelas daring. 

Di antaranya adalah Nindia, peraih medali perunggu OSN Ekonomi yang kini menempuh studi Ilmu Ekonomi di Universitas Indonesia, serta Dania, alumni yang kini berkuliah di Program Studi Manajemen Universitas Indonesia.

Sebelum mewakili sekolah di OSN, Mahesa juga harus melewati seleksi internal yang hanya memilih lima siswa terbaik.

"Alhamdulillah saya kembali meraih peringkat pertama sehingga dipercaya menjadi wakil sekolah,” ucapnya.

Tantangan Terbesar: Mengatur Waktu

Di tengah kesibukan belajar, Mahesa juga aktif sebagai pengurus OSIS. Baginya, tantangan terbesar bukan memahami materi ekonomi, melainkan membagi waktu.

"Struggle terbesar sebenarnya mengatur waktu antara belajar di kelas, mengerjakan tugas, kegiatan OSIS, dan persiapan olimpiade,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengaku tidak memiliki jadwal belajar yang kaku dan fleksibel baik dari segi durasi hingga hari.

"Saya lebih fleksibel. Kalau sedang ingin belajar ya belajar, kalau merasa perlu istirahat ya istirahat. Jadi tidak terlalu memaksakan supaya tidak stres,” tuturnya.

Sempat Terkejut Soal Akuntansi

Saat mengikuti OSN Ekonomi tingkat kota, Mahesa mengaku cukup percaya diri karena banyak materi yang telah dipelajarinya muncul dalam soal. Namun ada satu hal yang di luar dugaan.

"Saya tidak menyangka ada soal akuntansi. Di silabus yang saya pelajari tidak ada materi itu, jadi cukup bingung saat mengerjakannya,” jelasnya.

Meski demikian, ia memperkirakan hanya melakukan sekitar delapan kesalahan dari total 50 soal.

Tak Menyangka Bisa Masuk Tiga Besar

Sebagai peserta yang baru pertama kali mengikuti OSN tingkat SMA, Mahesa mengaku sama sekali tidak memasang target tinggi.

"Saya tidak menyangka bisa masuk tiga besar karena masih kelas 10 saat persiapan. Banyak peserta lain yang sudah kelas 11 dan punya pengalaman lebih banyak,” ungkapnya.

Karena itu, ketika diumumkan sebagai peringkat kedua, rasa bahagia langsung menyelimuti dirinya.

"Pastinya senang sekali. Ini pengalaman pertama di OSN SMA dan langsung bisa juara,” jelasnya.

Kunci Sukses: Kuasai Dasar, Jangan Berlebihan

Bagi Mahesa, keberhasilan dalam olimpiade tidak hanya ditentukan oleh lamanya belajar, tetapi juga cara belajar yang tepat.

Ia menyarankan agar peserta olimpiade tidak memaksakan diri belajar secara berlebihan.

"Kalau belajar terlalu berlebihan nanti malah overwhelmed dan pelajarannya tidak masuk,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya memahami konsep dasar sebelum mempelajari materi tingkat lanjut.

"Khusus ekonomi, kuasai dulu dasar-dasarnya. Kalau fondasinya kuat, materi yang lebih sulit akan lebih mudah dipahami,” tutupnya.

Deretan Prestasi Mahesa Kertanegara

Prestasi Mahesa dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan konsistensinya di bidang akademik, di antaranya:

  • Peringkat 1 OSN IPS Tingkat Kota Bandar Lampung (2024)
  • Peringkat 3 Lomba Cerdas Cermat PPKn FKIP Universitas Lampung (2024)
  • Peringkat 3 KIHajar STEM Tahap Basic (2024)
  • Peringkat 2 OSN Ekonomi Tingkat Kota Bandar Lampung (2026)

(Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.