Viral Jukir Diduga Minta Bayar Parkir Dua Kali di Depan Queen City Mall Semarang, Ini Kata Dishub
muh radlis July 16, 2026 03:56 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Viral di media sebuah video yang memperlihatkan juru parkir (jukir) di depan Queen City Mall, jalan Pemuda, Kecamatan Semarang Tengah meminta uang parkir lagi kepada pengemudi.

Dalam video tersebut, pengendara mobil merekam momen saat mengajukan komplain kepada jukir.

Pengunggah menarasikan bahwa pengemudi telah membayar parkir saat tiba sekitar pukul 15.00 WIB. Disebutkan, kejadian itu terjadi pada Selasa (14/7/2026).

Namun saat hendak pulang, jukir kembali menghampiri dan meminta pembayaran parkir.

Pengemudi mengaku telah menyampaikan kepada jukir bahwa dirinya sudah membayar sebelumnya.

"Saya sudah bilang 'saya sudah bayar tadi pak' dan bapak tersebut menjawab 'ah jaluk neh to aku' (minta lagi)," tulis keterangan akun tersebut.

Pengemudi kemudian memilih tidak memberikan uang karena merasa sudah melakukan pembayaran.

Saat ditanya apakah parkir tersebut resmi atau liar, jukir disebut menunjukkan kartu identitas tanpa memberikan karcis maupun menunjukkan nominal tarif.

Baca juga: Waduh Gawat 1,2 Juta Data NIK Penerima Bansos di Jateng Dicuri, Dinsos Akui Kecolongan

Menanggapi video yang beredar, Kepala Bidang Parkir Dinas Perhubungan Kota Semarang, Andreas Caturady mengatakan, pihaknya telah memonitor dan menindaklanjuti kejadian tersebut.

"kemarin sudah ditindaklanjuti," jelas Andreas, Kamis (16/7).

Menurut Andreas, di lokasi tersebut terdapat dua orang jukir yang bekerja secara bergantian.

"lokasi tersebut ada dua jukir. Pagi sampae siang, dilanjut shift sore," terangnya.

Ia menjelaskan, persoalan terjadi karena tidak ada penyampaian informasi dari petugas shift siang kepada petugas shift sore.

"Yang sore sampai malam tidak diinfo oleh jukir siang," katanya.

Terkait tidak adanya karcis, Andreas mengatakan kawasan tersebut telah menerapkan sistem parkir elektronik.

"Itu kan kawasan elektronik, bayar pakai QRIS."

"Karcisnya kita tidak mengeluarkan karena sudah elektronik," katanya.

Ia menambahkan, pembayaran menggunakan aplikasi yang dimiliki oleh masing-masing jukir.

"Pakainya aplikasi yang dipunyai di HP jukir," lanjutnya.

Terkait penggunaan pembayaran tunai di kawasan parkir elektronik, Andreas mengatakan pihaknya telah mengimbau masyarakat menggunakan metode pembayaran digital.

"Sudah ada imbauan untuk menggunakan QRIS," jelasnya.

Mengenai jukir yang videonya viral, Andreas menyebut pengguna jalan pada akhirnya tidak memberikan uang kepada petugas tersebut.

"tidak jadi dikasih uang jukirnya," ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut atas laporan yang beredar di media sosial, Dishub Kota Semarang menyebut telah memberikan pembinaan kepada jukir agar kejadian serupa tidak terulang.

"Menindak lanjuti aduan di Sosmed, untuk jukir kita imbau terkait penarikan retribusi dilakukan di akhir kepulangan pungunjung."

"Dan kita beri shock terapi agar jukir tidak melontarkan kata-kata kasar kepada pengunjung," imbuhnya.

Selain itu, Dishub juga meminta petugas pengawasan di setiap zona memberikan penekanan kepada para jukir mengenai ketentuan tarif parkir.

"Teman-teman pengawasan per zona berikan penekanan terkait tarif," imbuhnya. (idy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.