BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bakal menyiapkan konsep pemanfaatan kawasan Tugu Nol Kilometer Banjarmasin sebagai ruang publik yang lebih aktif.
Setelah pembangunan fisik rampung, ikon baru yang ada di kawasan eks kantor Gubernur Kalsel, Banjarmasin, itu akan menjadi lokasi berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari pentas seni, pemberdayaan UMKM, hingga agenda komunitas.
Oleh sebab itu, Dinas PUPR Kalsel bakal menambah sebuah panggung untuk aktivitas kegiatan pentas musik.
Kepala Dinas PUPR Kalsel, Yasin Toyib mengatakan saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata yang akan mengelola kawasan tersebut.
“Kami masih koordinasi lagi dengan Dinas Pariwisata. Kemarin memang ada arahan dari Pak Gubernur agar ditambah panggung untuk kegiatan pentas musik,” ujar Yasin.
Baca juga: Konsep Pengelolaan Tugu Nol Kilometer Kalsel Disiapkan, Sejumlah Titik Berpeluang Dikomersialkan
Menurutnya, panggung tersebut direncanakan menjadi ruang ekspresi bagi pelajar dan mahasiswa.
Pemprov juga mempertimbangkan penampilan rutin secara bergiliran dari sekolah menengah atas dan perguruan tinggi di Kalsel.
Selain menjadi ruang kreativitas, kawasan Tugu Nol Kilometer juga disiapkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemprov berencana melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam berbagai kegiatan yang digelar di lokasi tersebut.
Salah satu agenda yang sedang dipertimbangan adalah menggelar nonton bareng final Piala Dunia dengan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pelaku UMKM.
“Rencananya Pak Gubernur ingin nonton bersama final Piala Dunia di Tugu Nol Kilometer. Nanti mungkin mengundang Forkopimda, masyarakat, sekaligus menyiapkan UMKM di sana,” ujarnya.
Final Piala Dunia sendiri dijadwalkan berlangsung pada Senin (20/7/2026) pukul 03.00 Wita.
Baca juga: Tugu Nol Kilometer Kalsel Bakal Dikelola Dispar, Serah Terima Aset Masih Proses
Yasin mengatakan, secara fisik pembangunan kawasan Tugu Nol Kilometer telah selesai.
Tahapan berikutnya lebih difokuskan pada pemeliharaan fasilitas serta penyusunan konsep pemanfaatan kawasan agar tetap nyaman dan menarik bagi masyarakat.
“Bangunannya sudah selesai. Tinggal pemeliharaan, seperti membersihkan saluran air di atap, memotong rumput, dan perawatan rutin lainnya,” katanya.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)