Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR – SDN 4 Seloromo di Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah hanya memiliki tiga gedung.
Dua gedung digunakan sebagai ruang belajar yang dibagi menjadi enam kelas dengan sekat berbahan triplek putih.
Kondisi sederhana tersebut menjadi potret sekolah yang tidak memperoleh siswa baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
TribunSolo.com berkesempatan melihat langsung kondisi SDN 4 Seloromo yang berada di Dukuh Pokoh, Desa Seloromo, Kecamatan Jenawi.
Sekolah itu berdiri di atas lahan seluas sekitar 1.200 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 210 meter persegi.
Meski lahannya cukup luas, bangunan sekolah hanya terdiri dari tiga gedung.
Satu gedung difungsikan sebagai ruang guru sekaligus ruang kepala sekolah.
Sementara itu, dua gedung lainnya dibagi menjadi enam ruang kelas yang dipisahkan menggunakan sekat berbahan triplek putih agar tetap dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Di setiap ruang kelas terlihat meja, kursi, dan papan tulis yang masih tertata rapi.
Saat TribunSolo.com mengunjungi lokasi, aktivitas belajar mengajar belum berlangsung karena para siswa sedang menjalani waktu istirahat.
Saat ini, SDN 4 Seloromo hanya memiliki 14 siswa yang tersebar di seluruh jenjang kelas.
Sekolah tersebut menjadi satu dari empat SD negeri di Kabupaten Karanganyar yang tidak mendapatkan siswa baru pada pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027.
Minimnya jumlah peserta didik membuat sejumlah ruang kelas tampak lengang, meski fasilitas dasar untuk kegiatan belajar masih tersedia.
Kepala SDN 4 Seloromo, Karsini, mengatakan sekolah tersebut telah berdiri sejak 1985. Pada masa awal berdirinya, sekolah itu dikenal sebagai SD Mini.
"SDN 4 Seloromo sudah berdiri sejak 1985, bahkan dulu SD ini disebut SD mini," kata Karsini, Kamis (16/7/2026).
Menurut Karsini, sebutan SD Mini diberikan karena sekolah saat itu hanya melayani siswa kelas 1 hingga kelas 3.
Adapun siswa kelas 4 sampai kelas 6 mengikuti kegiatan belajar di SDN 3 Seloromo.
Baca juga: Kondisi SDN 4 Seloromo Karanganyar, Berdiri 41 Tahun dan Kini Hanya Miliki 14 Murid
Karsini menjelaskan sistem tersebut berlangsung cukup lama karena wilayah layanan sekolah relatif kecil dan hanya mencakup dua RT.
Pembelajaran untuk kelas 4 hingga kelas 6 baru kembali dilaksanakan di SDN 4 Seloromo sekitar dua tahun terakhir.
"Dulu itu anak-anak masuk kelas 1, 2, 3 kalau mau sekolah turun ke SDN 3 Seloromo, karena tidak memungkinkan jadi diadakan SD ini dan wilayah tidak besar jadi hanya 2 RT saja, dan kelas 4,5 dan 6 kembali ke sini baru dua tahun yang lalu," ungkap dia.
(*)