Petani Cabai di Banyuasin Menjerit, Dampak Kemarau Panjang Krisis Air, Tanaman Kerdil Terancam Mati
pairat July 16, 2026 05:27 PM

 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Musim kemarau yang terjadi saat ini membuat tanaman cabai milik petani mengalami kekerdilan dan daunnya berguguran. Kondisi tersebut menyebabkan hasil panen tidak maksimal, bahkan batang tanaman terancam mati.

Petani cabai di Desa Talang Buluh dan Kelurahan Rawa Maju hanya bisa pasrah menghadapi kondisi yang menimpa tanaman mereka. Keterbatasan pompa air dan minimnya pasokan air membuat pertumbuhan tanaman cabai terganggu.

"Ya mau bagaimana lagi, menggunakan pompa air rumahan juga tidak maksimal untuk menyiram cabai. Batang menjadi kerdil dan buah cabai ikut kerdil karena kekurangan air. Musim kemarau ini, pasokan air juga kurang, sementara pompa yang digunakan tidak memadai," ujar Nur, petani cabai di Desa Talang Buluh, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Kamis (16/7/2026).

Musim kemarau menjadi salah satu tantangan bagi tanaman cabai yang rentan mengalami kekeringan. Upaya penyiraman menggunakan pompa air rumahan belum mampu memenuhi kebutuhan air tanaman, ditambah jarak sumber air yang cukup jauh sehingga menghambat proses penyiraman.

Akibatnya, tanaman cabai yang sudah berbuah mengalami pertumbuhan tidak maksimal. Daun mulai berguguran dan ukuran buah menjadi kecil. Dalam kondisi tersebut, petani hanya dapat membiarkan tanaman yang perlahan mati akibat kekeringan.

"Buahnya juga tidak bisa maksimal. Kalau dipaksakan, cabainya tidak bagus dan ukurannya kecil. Jadi, dibiarkan saja," jelasnya.

Petani memilih membiarkan tanaman cabai yang mati untuk kemudian dicabut. Mereka menunggu pergantian musim sebelum kembali menanam cabai.

"Sekarang persiapan untuk menyemai bibit. Kalau disemai sekarang, nanti saat musim penghujan tiba bibit sudah siap ditanam di lahan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.