Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Bunda Guru Bireuen, Sadriah Mukhlis, mengajak para tenaga pendidik menjadikan kisah perjuangan dalam buku Penumpang Gelap sebagai inspirasi untuk memotivasi siswa agar berani bermimpi dan gigih meraih cita-cita.
Ajakan tersebut disampaikan dalam acara silaturahmi dan bincang buku yang menghadirkan penulis Penumpang Gelap, Alijullah Hasan Yusuf, serta dosen Fisika Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Zulkarnain Jalil SSi MSi, di Oproom Pusat Pemerintahan Bireuen, Rabu (15/7/2026).
Dalam sambutannya, Sadriah mengaku terinspirasi oleh perjalanan hidup Alijullah Hasan Yusuf yang berhasil mengubah nasib hingga berkarier di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Prancis selama hampir empat dekade.
Baca juga: Bunda PAUD Aceh Jaya Tinjau MPLS Ramah Anak di Dua TK Negeri Calang
Menurutnya, kisah Alijullah yang pernah menjadi "penumpang gelap" dalam perjalanan menuju masa depan bukan untuk ditiru dari sisi tindakannya, melainkan dipetik semangat pantang menyerah dan tekad kuat untuk memperbaiki kehidupan.
"Kisah Pak Alijullah yang pernah naik pesawat tanpa tiket tentu bukan untuk ditiru.
Namun, ambillah sisi positifnya bahwa untuk mengubah nasib, kita harus memiliki tekad yang kuat," ujar Sadriah.
Ia juga berbagi pengalamannya saat berkunjung ke London.
Menurutnya, banyak putra-putri asal Bireuen yang berhasil membangun karier di berbagai negara Eropa.
Karena itu, ia berharap para guru dapat menghadirkan kisah-kisah inspiratif tersebut di ruang kelas sebagai penyemangat bagi para siswa.
Kegiatan yang dipandu aktivis literasi Mukhlis Aminullah itu turut mengupas isi trilogi buku Penumpang Gelap.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Zulkarnain Jalil yang juga merupakan Visiting Researcher di ICMPE Paris menyampaikan kesaksiannya mengenai sosok Alijullah Hasan Yusuf.
Ia mengatakan Alijullah dikenal luas di Prancis karena kepeduliannya terhadap warga Indonesia.
Berkat dedikasinya membantu sesama, Alijullah bahkan mendapat julukan "Lurah Paris" dari kalangan masyarakat Indonesia di sana.
"Berdasarkan pengalaman saya tinggal di Paris, saya menyaksikan sendiri bagaimana sosok Pak Alijullah begitu dihormati karena kepeduliannya yang sangat tinggi dalam membantu sesama warga Indonesia," kata Zulkarnain.
Acara yang diikuti para guru dan anggota Komunitas Baca Bireuen tersebut berlangsung interaktif. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi, yang diakhiri dengan pemberian doorprize berupa buku kepada peserta yang aktif bertanya dan berdiskusi. (*)