TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kabupaten Kulon Progo saat ini tengah mengalami kekurangan guru untuk mengajar di sekolah, terutama di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kekurangan ini dipicu jumlah guru yang memasuki masa pensiun lebih banyak daripada jumlah guru baru yang direkrut.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Nur Hadiyanto mengakui jumlah guru yang pensiun dan jumlah guru yang diangkat sangat tidak seimbang.
"Guru yang pensiun di Kulon Progo rata-rata sebanyak 200 orang, seperti di 2025 lalu ada sebanyak 198 guru yang pensiun," kata Nur Hadi pada Kamis (16/07/2026).
Pada 2026 ini, ia memproyeksikan ada sekitar 206 guru yang akan pensiun. Sedangkan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) hanya membuka formasi guru sebanyak 70 orang pada rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mendatang.
Salah satu sekolah yang terdampak adalah SMP Negeri 2 Galur. Menurut Nur Hadi, sekolah ini sekarang sedang kekurangan sekitar 6 guru, ditambah ada sekitar 8 guru yang akan pensiun dalam waktu dekat.
"Jadi akan terjadi kekurangan guru sebanyak 14 orang di SMPN 2 Galur," ujarnya.
Baca juga: Bentuk Tim Transisi SR DIY, Pemkab Kulon Progo Siap Bantu Pemenuhan Kebutuhan 32 Guru
Nur Hadi mengatakan saat ini pihaknya berupaya mengatasi permasalahan itu lewat mekanisme penataan hingga redistribusi guru. G
uru akan diambil dari sekolah-sekolah terdekat lewat mekanisme Surat Perintah Tugas.
Nantinya mereka diberi tugas berupa tambahan mengajar demi menutupi kekurangan guru di SMPN 2 Galur. Namun cara ini bisa berdampak pada Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang diterima tidak sesuai dengan jumlah jam mengajar.
Sebab syarat TPG adalah maksimal 35 jam mengajar dalam sepekan. Adanya tugas tambahan membuat jam mengajar naik jadi 40 sampai 46 jam mengajar, dan tambahan itu tidak dihitung dalam pencairan TPG.
"Perlu ada pertimbangan untuk menambah nominal TPG sesuai dengan kelebihan dari jumlah jam mengajar maksimal," jelas Nur Hadi.
Kepala SMPN 2 Galur, Fathul Anshori membenarkan jika sekolahnya terjadi kekurangan guru. Namun jumlahnya tidak sebanyak yang disebutkan oleh Nur Hadi.
Kebutuhan guru ada sebanyak 4 orang untuk mata pelajaran (mapel) Teknologi Informasi (IT), Olahraga, Bimbingan Konseling (BK), dan Bahasa Inggris. Sedangkan yang pensiun ada sebanyak 5 guru.
"Kami sudah berkonsultasi dengan Disdikpora Kulon Progo berkaitan dengan masalah tersebut," kata Fathul melalui aplikasi perpesanan WhatsApp.(alx)