Suzuki Ubah Kotoran Sapi Jadi Bahan Bakar Mobil, India Siapkan 1.000 Pabrik Baru untuk Produksi Lebih Banyak
Agus Firmansyah July 16, 2026 03:09 PM

Pencarian India terhadap keamanan energi yang lebih baik kini mengambil arah yang tak biasa, dimulai dari sesuatu yang sangat melimpah di negara tersebut: kotoran sapi. Alih-alih membiarkan limbah ternak membusuk, sebuah proyek yang didukung oleh Suzuki mengubahnya menjadi gas alam terkompresi (CNG) yang digunakan untuk menggerakkan berbagai kendaraan, mulai dari mobil penumpang hingga bajaj di seluruh negeri. Menurut laporan Bloomberg, inisiatif ini menjadi salah satu contoh paling nyata dari upaya India untuk mengurangi impor bahan bakar sekaligus memanfaatkan limbah pertanian secara produktif.


Fasilitas Banas Suzuki Bio-CNG di Gujarat mengolah sekitar 88 ton limbah sapi setiap hari, menghasilkan gas alam terbarukan terkompresi yang dijual dengan harga sekitar 80 rupee (setara dengan $0,93) per kilogram. Harga tersebut lebih murah lebih dari 20 rupee dibandingkan bensin di beberapa wilayah India, menjadikannya alternatif menarik bagi para pengemudi—terutama mereka yang sudah menggunakan kendaraan berbahan bakar CNG.


Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Suzuki dan Banas Dairy, salah satu koperasi susu terbesar di Asia. Petani dari 16 desa memasok limbah sapi dan mendapatkan bayaran sekitar satu rupee per kilogram. Gas yang dihasilkan dari proses ini mampu menggerakkan sekitar 600 hingga 700 kendaraan setiap hari. Sisa limbah yang tersisa pun tidak dibuang, melainkan diolah menjadi pupuk organik yang dikembalikan ke lahan pertanian setempat.


Upaya ini semakin berkembang seiring dengan langkah India yang berusaha keras untuk memperluas dan mendiversifikasi pasokan energinya setelah terganggu akibat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Awal bulan ini, Jepang dan India menandatangani rencana strategis untuk membangun 1.000 pabrik biogas baru. Selain itu, pemerintah India juga tengah mempertimbangkan peningkatan insentif pembayaran bagi produsen biogas guna menarik lebih banyak investasi di sektor ini.


Suzuki memandang proyek ini bukan sekadar inisiatif lingkungan. Alih-alih menunggu pemasok bahan bakar untuk meningkatkan produksi CNG, perusahaan ini berusaha membangun ekosistemnya sendiri. Pendekatan ini mirip dengan langkah Tesla yang membangun jaringan Supercharger miliknya, yang terbukti menjadi faktor penting dalam kesuksesan produsen kendaraan listrik tersebut.


Namun, memperluas kapasitas hingga 1.000 pabrik baru bukanlah hal yang mudah. Produksi biogas saat ini masih sangat kecil dibandingkan dengan total permintaan nasional. Pembangunan jaringan pengumpulan, fasilitas pengolahan, dan infrastruktur distribusi akan membutuhkan investasi bernilai miliaran dolar. Meski begitu, jika India berhasil mengatasi tantangan logistik tersebut, salah satu produk sampingan pertanian tertuanya bisa menjadi bagian penting dalam masa depan transportasi negara itu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.