TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Pemprov Jatim meminta pemerintah daerah memperketat pengawasan distribusi elpiji subsidi 3 kg di masing-masing wilayahnya.
Hal itu disampaikan Kepala Bagian Sumber Daya Alam Biro Perekonomian Setda Provinsi Jatim, Nurhayati, saat melakukan sidak elpiji 3 kg ke sejumlah tempat usaha di Kota Blitar, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026) pukul 10.30 WIB.
Nurhayati mengatakan, elpiji bersubsidi 3 kg seharusnya digunakan untuk warga miskin.
Tapi, kenyataan di lapangan masih banyak tempat usaha seperti kafe dan warga ekonomi mampu masih memakai elpiji 3 kg.
Baca juga: Dua Jambret Asal Malang Tewaskan Warga Gamping Tulungagung, Awalnya Dikira Kecelakaan Tunggal
"Sering kami jumpai di pangkalan maupun toko elpiji, yang mana pembeli membawa mobil mewah, mereka memborong elpiji 3 kg," katanya.
"Untuk itu, kami meminta Pemda setempat harus lebih ketat mengawasi distribusi elpiji subsidi," lanjutnya.
Dikatakannya, tujuan monitoring dan evaluasi di kota dan kabupaten ini salah satunya untuk menertibkan penyalahgunaan elpiji subsidi di masyarakat.
Selain itu, kegiatan monitoring dan evaluasi juga untuk menekankan kepada Pemda lebih ketat mengawasi peredaran elpiji 3 kg yang jelas untuk warga miskin.
Kegiatan ini rutin kami laksanakan. Ketika sidak, kalau menemukan tempat usaha pakai elpiji 3 kg kami tukar dengan elpiji 5,5 kg. Kami juga memberikan edukasi kepada mereka. Kalau sanksi belum ada," ujarnya.
Seperti diketahui, tim gabungan dari Pemprov Jatim bersama Disperindag, Pertamina, Hiswana Migas, dan polisi menggelar sidak elpiji subsidi 3 kg di sejumlah tempat usaha di Kota Blitar, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026) pukul 10.30 WIB.
Dalam sidak itu, tim gabungan menemukan beberapa tempat usaha masih menggunakan elpiji subsidi 3 kg.
Tim gabungan langsung menukar elpiji 3 kg yang ditemukan di beberapa tempat usaha dengan elpiji nonsubsidi 5,5 kg.
Baca juga: Tim Gabungan Temukan Usaha Binatu dan Kafe di Kota Blitar Pakai Elpiji 3 Kg, Langsung Ditukar
Seperti yang terjadi di tempat usaha binatu di Jl Sumatra, Kota Blitar. Tim mendapati empat tabung elpiji 3 kg di tempat usaha binatu tersebut.
Tim langsung menukar empat tabung elpiji 3 kg dengan dua tabung elpiji 5,5 kg.
Tim juga menemukan penggunaan elpiji 3 kg di salah satu kafe di Jl Semeru, Kota Blitar.
Saat dilakukan sidak, tim mendapati dua tabung elpiji 3 kg di dapur kafe. Tim juga menukar elpiji 3 kg di kafe itu dengan elpiji 5,5 kg.
(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)