Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Rak-rak berwarna merah dan putih berjajar rapi di dalam gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Jeranglah Rendah, Kabupaten Bengkulu Selatan.
Seluruh etalase masih tampak kosong, seolah menunggu berbagai produk kebutuhan masyarakat dan hasil olahan pelaku UMKM desa untuk mengisi setiap sudut ruangan.
Di bagian depan bangunan, papan bertuliskan Koperasi Merah Putih Desa Jeranglah Rendah telah terpasang.
Bangunan koperasi berdiri di lokasi yang strategis, berdekatan dengan permukiman warga, Kantor Desa Jeranglah Rendah, serta Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
Area parkir yang cukup luas juga telah disiapkan untuk memudahkan masyarakat yang nantinya datang berbelanja maupun memanfaatkan layanan koperasi.
Di dalam gedung, berbagai fasilitas pendukung telah tersedia.
Ruangan layanan simpan pinjam telah disiapkan.
Jaringan listrik dan penerangan telah terpasang, sementara jaringan air bersih didukung tandon berkapasitas besar yang berada di bagian atas bangunan.
Seluruh perlengkapan tersebut menjadi penanda bahwa Koperasi Desa Merah Putih Jeranglah Rendah telah memasuki tahap akhir persiapan sebelum resmi beroperasi.
Kades Ingin Produk UMKM Masuk Koperasi
Kepala Desa Jeranglah Rendah, Junali, mengatakan persiapan menjelang peluncuran KDMP hampir seluruhnya telah selesai, terutama dari sisi sarana dan prasarana.
"Tentu sekarang kami menunggu arahan dari pihak Kodim 0408 Bengkulu Selatan terkait waktu launching tahap kedua. Sampai saat ini kami belum menerima informasi mengenai hari maupun tanggal pelaksanaannya," ujar Junali saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Kamis (16/7/2026).
Meski fasilitas telah siap, Junali berharap keberadaan Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya menjadi tempat menjual kebutuhan pokok masyarakat.
Ia ingin koperasi juga menjadi ruang pemasaran bagi berbagai produk hasil olahan UMKM warga Desa Jeranglah Rendah.
Menurutnya, koperasi sebaiknya menghadirkan barang-barang yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, seperti pupuk bersubsidi, LPG 3 kilogram, beras, minyak goreng, gula, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.
"Kami berharap jangan sampai koperasi diisi barang-barang yang sudah banyak dijual oleh pelaku UMKM maupun warung masyarakat. Kami juga berharap ada beberapa produk hasil olahan UMKM warga Jeranglah Rendah yang dipasarkan di koperasi ini.
Sesuai semangat koperasi, jangan sampai seluruh barang yang dijual merupakan produk pabrikan sehingga justru mematikan usaha warung masyarakat," pungkas Junali.
Menunggu Pengisian Barang
Junali menjelaskan, berdasarkan informasi terakhir yang diterima, seluruh gerai koperasi akan diisi dengan berbagai produk yang disiapkan melalui Agrinas sebelum peluncuran resmi dilakukan.
Selain itu, pihaknya juga masih menunggu informasi dari Kodim terkait pengisian barang maupun fasilitas kendaraan operasional koperasi.
"Kendaraan ini sudah kami ajukan. Kami juga sudah mengisi formulir permohonan kendaraan untuk operasional koperasi desa ini," ungkap Junali.
Peluncuran Koperasi Desa Merah Putih tahap kedua di Bengkulu Selatan sendiri tinggal menunggu jadwal resmi dari pemerintah.
Dengan seluruh fasilitas yang telah siap dan distribusi barang yang memasuki tahap akhir, KDMP Jeranglah Rendah diharapkan segera beroperasi dan mampu menjadi pusat pelayanan ekonomi yang mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus memberdayakan pelaku UMKM desa.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini