TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mulai melakukan sejumlah perencanaan pembangunan dan pengembangan selama berkantor di Kota Gunungsitoli Kepulauan Nias.
Dalam kunjungannya di hari pertama dan kedua Bobby Nasution mulai melakukan perencanaan proyek pembangunan jembatan Sungai Moawo di Jalan Yos Sudarso, Gamo, Kota Gunung Sitoli dan pembangunan sekolah SMKN 1 Gido.
Bukan hanya itu, Bobby Nasution juga berencana akan kembangkan Pelabuhan Roro Gunungsitoli jadi pusat logistik.
Menurutnya, untuk pembangunan sekolah SMKN 1 Gido dilakukan sebab untuk relokasi dari area bencana. Sekolah ini merupakan area langganan banjir.
Untuk itu, orang nomor satu di Sumut ini mengajak masyarakat Gunungsitoli untuk mengawal pelaksanaan proyek tersebut agar berjalan lancar
Menurutnya, sejumlah proyek tersebut sebenarnya direncanakan mulai tahun lalu, namun tertunda karena berbagai kendala.
"Banyak orang tidak percaya, tetapi saya sudah bertekad ingin membangun (Kepulauan) Nias. Kalau ada yang mencibir, mengejek, bagi saya tidak masalah. Karena kami hadir atas nama pemerintah, dan saya menjalankan tugas negara untuk hadir di sini. Kuncinya, jangan sampai dihalang-halangi," ucapnya, dalam keterangan tertulis yang dilihat, Kamis (16/7/2026).
Pernyataan itu disampaikan setelah beberapa warga mengungkapkan kekhawatiran bahwa pembangunan akan mengganggu usaha atau mata pencaharian mereka.
"Saya tidak berfikir untuk satu orang, tetapi ini kepentingan masyarakat luas. Jadi jangan karena oknum tertentu, urusan publik terhalang," jelasnya.
Diakuinya, memang ada dampak dari pembangunan ini. Namun, pihaknya bisa mencari solusi alternatif sementara selama pekerjaan berlangsung.
"Jika ada yang belum selesai, kita bisa carikan solusi bersama. Saya juga tidak mau ada masyarakat yang ekonominya terganggu (hilang) akibat pembangunan," ucapnya.
Menurutnya dalam tinjauan, jembatan Sungai Mo'awo di Jalan Yos Sudarso, Gamo, Kota Gunungsitoli, cukup memprihatinkan.
"Saya tahu ini kondisinya sudah memprihatinkan, makanya tahun ini segera kita kerjakan. Saya minta dukungan dari semuanya, agar ini berjalan lancar," terangnya.
Di lokasi, Bobby juga melihat kerusakan parah pada lantai jembatan yang menyebabkan kemacetan lalu lintas sekaligus membahayakan pengguna jalan. Ia juga meninjau bagian lain yang direncanakan masuk dalam pekerjaan pembangunan tahun ini.
Dalam dialog bersama warga, Bobby menerima sejumlah masukan, mulai dari kebutuhan fasilitas pendukung bagi nelayan, sarana tambat kapal, hingga pembangunan pemecah ombak.
Namun, aspirasi yang paling banyak disampaikan adalah percepatan pembangunan Jembatan Sungai Mo'awo yang menjadi penghubung utama Kota Gunungsitoli dengan Kabupaten Nias Utara.
Menanggapi usulan peningkatan fasilitas nelayan, Bobby meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera melakukan kajian bersama pemerintah daerah dan perwakilan nelayan.
Kajian tersebut mencakup rencana pembangunan tempat pelelangan ikan (TPI), dermaga perahu nelayan, bangunan pemecah ombak, serta fasilitas pendukung lainnya.
"Saya minta Kepala Dinas terkait untuk membahas itu bersama (nelayan dan pemerintah setempat). Agar kita tahu mengukur datanya seperti apa, dan langkah apa yang bisa kita lakukan. Supaya kita juga tidak asal membangun, jadi harus tahu dulu ukurannya (datanya)," sebutnya.
Selain itu, Bobby juga mempertimbangkan pembangunan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kelautan dan Perikanan di Gunungsitoli. Keberadaan UPT tersebut dinilai penting untuk mempermudah pelayanan administrasi kapal nelayan di atas 5 GT, termasuk penerbitan rekomendasi guna memperoleh BBM solar bersubsidi di SPBU maupun SPBN.
(Cr5/tribun-medan.com)