UNY Dorong Digitalisasi Tata Kelola BUMDes Pacarejo untuk Perluas Pasar Usaha Desa
Ikrob Didik Irawan July 16, 2026 04:03 PM

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mendorong penguatan tata kelola dan digitalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, guna meningkatkan daya saing usaha desa.

Melalui program pengabdian kepada masyarakat, tim dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY memberikan pendampingan kepada pengurus BUMDes dalam pengelolaan usaha, pencatatan keuangan, hingga strategi pemasaran berbasis digital.

Ketua tim pelaksana, Dr. Dra. Rosidah, M.Si., mengatakan BUMDes Pacarejo memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, namun masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari manajemen usaha yang belum optimal, administrasi keuangan yang belum tertata, hingga pemasaran yang masih terbatas.

"Banyak pengurus BUMDes memiliki semangat tinggi, tetapi belum memperoleh pendampingan manajerial yang memadai. Melalui program ini kami ingin memperkuat kapasitas mereka agar usaha desa dapat berkembang lebih profesional," ujarnya.

Program tersebut melibatkan lima dosen dan lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran FEB UNY.

Baca juga: Hari Ini Posisi Matahari Tepat di Atas Kabah, Kemenag DIY Ajak Warga Cek Akurasi Kiblat Salat

Pendampingan dilakukan secara bertahap, diawali dengan pemetaan kondisi usaha, penyusunan materi sesuai kebutuhan lapangan, pelatihan, hingga pendampingan implementasi.

Salah satu fokus utama adalah penerapan sistem pencatatan keuangan berbasis digital menggunakan spreadsheet sederhana yang mudah dioperasikan oleh pengurus BUMDes.

Selain itu, pengurus juga diberikan pelatihan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi untuk memperluas jangkauan pasar produk dan layanan BUMDes.

Anggota tim pelaksana, Hilmy Pradana Sundawan, S.E., M.Ak., mengatakan teknologi yang diperkenalkan sengaja dibuat sederhana agar dapat diterapkan secara mandiri setelah program pendampingan selesai.

"Kami memilih teknologi yang mudah digunakan sehingga pengurus BUMDes dapat langsung mengelola pencatatan keuangan maupun promosi digital tanpa bergantung pada pihak lain," katanya.

Program ini juga menghadirkan praktisi usaha, Dheni Nugroho, pemilik Guru Batik, yang membagikan pengalaman membangun usaha melalui tata kelola yang baik, mulai dari pembagian tugas, pencatatan keuangan, hingga evaluasi usaha secara berkala.

Menurut Dheni, banyak usaha kecil gagal berkembang bukan karena produknya kurang baik, melainkan karena tidak memiliki sistem pengelolaan yang jelas.

Pendampingan ditutup dengan monitoring dan evaluasi untuk memastikan seluruh sistem yang telah diterapkan dapat terus dijalankan oleh pengurus BUMDes secara berkelanjutan.

Melalui program tersebut, UNY berharap BUMDes Pacarejo mampu berkembang menjadi lembaga ekonomi desa yang lebih profesional, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan usaha yang lebih modern. (*/rls)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.