Perkuat Jati Diri Siswa, Bupati Syukur Ingin Pelajaran Adat Budaya Merangin Masuk Kurikulum Sekolah
Suci Rahayu PK July 16, 2026 04:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Bupati Merangin M Syukur menegaskan komitmennya untuk memperkuat leading sektor pendidikan sekolah sebagai pilar utama guna meningkatkan kualitas SDM dalam proses pembangunan daerah.

Tidak hanya fokus pada pembenahan Infrastruktur Fisik saja, peningkatan mutu Pendidikan berbasis penguatan Kearifan Lokal juga menjadi prioritas utama bagi Pemkab Merangin.

Hal itu ditegaskan oleh Bupati Merangin M Syukur, saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh Kepala Sekolah tingkat TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Merangin.

Rakor tersebut berlangsung di Aula Utama Lantai IV Kantor Bupati Merangin pada hari Rabu (15/07/2026).

Bupati M Syukur dalam arahannya menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera merumuskan formula integrasi Kearifan Lokal ke dalam kurikulum pembelajaran di sekolah. 

Salah satu program yang ditekankan adalah pembiasaan religius sebelum memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.

"Bagi siswa yang beragama Islam, sebelum memulai belajar, dapat dibiasakan membaca Al-Qur'an atau Juz Amma. Untuk siswa nonmuslim, kegiatannya dapat disesuaikan dengan keyakinan masing-masing," jelas M Syukur di hadapan peserta Rakor.

Selain penguatan sisi religius, M Syukur juga mewacanakan sesi khusus untuk mempelajari adat istiadat daerah, minimal satu kali pertemuan dalam sebulan. Menurutnya, pemahaman terhadap budaya lokal sangat penting agar generasi muda tidak kehilangan jati diri di tengah derasnya arus modernisasi.

Baca juga: Ulah Dishub Viral Truk Antre BBM Dekat SPBU Dipungut Retribusi Parkir

Baca juga: Mobil Polisi Siaga di RSUD Raden Mattaher Jambi, Wapres Gibran Kunjungan ke RS

"Mengapa adat istiadat ini penting? Karena inilah ciri khas dan jati diri bangsa serta daerah kita. Jangan sampai generasi penerus kita kehilangan identitas dan tidak mengenal budaya mereka sendiri," tegas M Syukur. 

Bupati M Syukur mengakui bahwa tantangan pemahaman adat istiadat dan budaya juga terjadi di generasi usianya, sehingga intervensi melalui jalur pendidikan formal mutlak diperlukan.

Di hadapan para kepala sekolah, M Syukur mengingatkan bahwa di era globalisasi saat ini, Pemkab Merangin maupun pihak sekolah tidak mungkin membendung perkembangan teknologi dan penggunaan platform media sosial oleh anak-anak.

M Syukur mengungkapkan satu-satunya strategi yang bisa dilakukan adalah dengan membangun benteng pertahanan moral dan karakter yang kokoh pada diri siswa.

"Perkembangan teknologi berjalan jauh lebih cepat daripada cara otak kita berpikir. Satu-satunya jalan adalah kita harus mampu mengimbanginya. Benteng pertahanan terakhir bagi generasi kita adalah adat istiadat, pendidikan karakter, dan budi pekerti," tutup M Syukur.

(Tribunjambi.com / Frengky Widarta) 

 

Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi

Baca juga: Promo Alfamart Jambi 16 Juli 2026, Belanja Serba Gratis

Baca juga: Bupati Tanjab Barat Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Sungai Nibung

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.