Usaha Laundry & Kafe di Kota Blitar Kepergok Masih Pakai Elpiji 3 Kg, Langsung Ditukar Elpiji 5,5 Kg
Alga W July 16, 2026 04:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Samsul Hadi

TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Sidak elpiji subsidi 3 kg digelar di sejumlah tempat usaha di Kota Blitar, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026) pagi, pukul 10.30 WIB.

Sidak tersebut gabungan dari unsur Pemprov Jatim bersama Disperindag, Pertamina, Hiswana Migas, dan polisi.

Baca juga: Jombang Hasilkan 530 Ton Sampah Dalam Sehari, Tak Semuanya Terserap Masuk TPA Banjardowo

Dalam sidak tersebut, tim gabungan menemukan beberapa tempat usaha masih menggunakan elpiji subsidi 3 kg.

Tim gabungan langsung menukar elpiji 3 kg yang ditemukan di beberapa tempat usaha dengan elpiji nonsubsidi 5,5 kg.

Seperti yang terjadi di tempat usaha binatu di Jl Sumatra, Kota Blitar.

Tim mendapati empat tabung elpiji 3 kg di tempat usaha binatu tersebut.

Tim langsung menukar empat tabung elpiji 3 kg dengan dua tabung elpiji 5,5 kg.

Tim juga menemukan penggunaan elpiji 3 kg di salah satu kafe di Jl Semeru, Kota Blitar.

Saat dilakukan sidak, tim mendapati dua tabung elpiji 3 kg di dapur kafe.

Tim juga menukar elpiji 3 kg di kafe tersebut dengan elpiji 5,5 kg.

Sidak ini dilakukan untuk memonitoring ke sejumlah tempat usaha seperti binatu, resto, kafe, dan hotel apakah masih menggunakan elpiji 3 kg atau tidak.

Jika ditemukan tempat usaha masih menggunakan elpiji subsidi 3 kg, maka tim akan menukar dengan elpiji nonsubsidi 5,5 kg.

Hal itu seperti dijelaskan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Parminto.

"Tadi sudah ada empat tempat usaha yang kami datangi. Dari empat tempat usaha itu, ada dua tempat usaha, yaitu, binatu dan kafe yang pakai elpiji 3 kg," kata Parminto.

Dikatakannya, di tempat usaha binatu, tim menemukan empat tabung elpiji 3 kg yang masih utuh.

Tim menukar empat tabung elpiji 3 kg yang masih utuh dengan dua tabung elpiji 5,5 kg yang juga masih utuh.

"Di kafe Jl Semeru kami juga menemukan dua tabung elpiji 3 kg. Kami langsung menukar tabung elpiji 3 kg dengan tabung elpiji 5,5 kg," ujarnya.

Elpiji 3 kg untuk operasional yang kecil 

Pemilik Binatu di Jl Sumatra, Faiz, mengaku belum tahu larangan penggunaan elpiji 3 kg untuk usaha binatu.

Ia juga mengaku belum pernah mendapat sosialisasi terkait larangan penggunaan elpiji 3 kg untuk usaha binatu.

Ia mengatakan, tempat usaha binatu miliknya menggunakan elpiji 3 kg untuk operasional yang minim seperti setrika.

Sedang untuk operasional yang besar tetap menggunakan elpiji 12 kg.

"Kami sebenarnya juga pakai elpiji 12 kg. Penggunaan elpiji 3 kg untuk operasional yang minim, operasional primernya tetap pakai 12 kg. Hampir 80 persen operaisonal kami gunakan elpiji 12 kg," ujarnya.

Dikatakannya, empat tabung elpiji 3 kg miliknya langsung ditukar dengan dua tabung elpiji 5,5 kg.

"Tadi kangsung dikasih penawaran, tabung elpiji yang 3 kg diganti dengan tabung elpiji 5,5 kg. Saya terima agar sesuai peruntukannya," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.