TRIBUNSUMSEL.COM – Kalimat Iyyakum Wa Muhaqqaratidz Dzunub, adalah kutipan hadits dari Rasulullah SAW, tentang jangan meremehkan dosa kecil.
Iyyakum Wa Muhaqqaratidz Dzunub memiliki arti : Jauhilah dosa-dosa kecil yang diremehkan...
Banyak orang beranggapan bahwa selama tidak melakukan dosa besar seperti zina, mencuri, membunuh, atau meminum minuman keras, maka dirinya masih berada dalam keadaan aman.
Padahal dalam Islam, dosa besar sering kali tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan berawal dari dosa-dosa kecil yang terus dilakukan, dianggap sepele, bahkan tanpa disertai rasa penyesalan.
Karena itu, Rasulullah SAW mengingatkan umatnya agar tidak meremehkan dosa-dosa kecil. Jika dilakukan berulang kali tanpa taubat, dosa tersebut akan menumpuk, mengeraskan hati, dan dapat mengantarkan seseorang kepada dosa yang lebih besar.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah pernah menjelaskan bahwa dosa kecil yang terus-menerus dilakukan tanpa penyesalan dapat berubah menjadi dosa besar. Sebaliknya, dosa besar yang disertai taubat yang tulus dapat diampuni oleh Allah SWT.
Inilah sebabnya seorang Muslim diperintahkan untuk selalu melakukan muhasabah (introspeksi diri), menjaga lisan, hati, pandangan, dan seluruh amal perbuatannya.
Rasulullah SAW bersabda:
Tulisan Arab
إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ، فَإِنَّ مَثَلَ مُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ كَقَوْمٍ نَزَلُوا بَطْنَ وَادٍ، فَجَاءَ ذَا بِعُودٍ، وَجَاءَ ذَا بِعُودٍ، حَتَّى أَنْضَجُوا خُبْزَتَهُمْ، وَإِنَّ مُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ مَتَى يُؤْخَذْ بِهَا صَاحِبُهَا تُهْلِكْهُ
Latin:
Iyyakum wa muhaqqaratidz dzunub, fa inna matsala muhaqqarātidz dzunūbi ka qaumin nazalū bathna wādin, fa jā'a dzā bi'ūdin wa jā'a dzā bi'ūdin, hattā andhajū khubzatahum. Wa inna muhaqqarātidz dzunūbi matā yu'khadzu bihā shāhibuhā tuhlikhu.
Arti
"Jauhilah dosa-dosa kecil yang diremehkan. Sesungguhnya perumpamaan dosa-dosa kecil itu seperti suatu kaum yang singgah di sebuah lembah. Lalu masing-masing membawa sebatang kayu bakar hingga terkumpul banyak dan akhirnya dapat digunakan untuk memasak roti mereka. Sesungguhnya dosa-dosa kecil itu, apabila terus dilakukan hingga pelakunya dimintai pertanggungjawaban karenanya, niscaya akan membinasakannya."
(HR. Ahmad No. 3808, dinilai hasan oleh para ulama)
Dalam hadits ini Rasulullah SAW memberikan perumpamaan yang sangat sederhana namun mendalam.
Sebatang kayu tentu terlihat kecil dan tidak berarti. Namun apabila banyak orang membawa sebatang kayu, akhirnya terkumpullah kayu bakar yang cukup untuk menyalakan api besar.
Begitu pula dosa. Satu kebohongan mungkin dianggap sepele. Satu gibah dianggap hanya obrolan. Satu pandangan yang diharamkan dianggap biasa. Satu kali menunda salat dianggap tidak masalah.
Tetapi ketika semuanya dilakukan berulang kali tanpa taubat, dosa-dosa itu akan menumpuk dan menjadi beban yang sangat berat di hadapan Allah SWT.
Para ulama menjelaskan bahwa dosa kecil menjadi berbahaya apabila: Terus dilakukan tanpa berhenti, tidak pernah disesali, merasa aman dari azab Allah; bangga melakukannya; mengajak orang lain melakukannya serta menganggap dosa tersebut sebagai sesuatu yang biasa.
Allah SWT berfirman dalam Alquran Surat Al Baqarah ayat 168
Surat Al-Baqarah Ayat 168:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَٰلًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Arab-Latin: Yā ayyuhan-nāsu kulụ mimmā fil-arḍi ḥalālan ṭayyibaw wa lā tattabi'ụ khuṭuwātisy-syaiṭān, innahụ lakum 'aduwwum mubīn
Artinya:
Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.
Referensi: https://tafsirweb.com/650-surat-al-baqarah-ayat-168.html
Setan jarang menjerumuskan manusia langsung kepada dosa besar. Ia memulai dari dosa-dosa yang tampak ringan hingga akhirnya hati menjadi terbiasa berbuat maksiat.
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak dosa yang tampaknya ringan tetapi dapat menjadi pintu menuju dosa yang lebih besar.
Misalnya:
1. Riba
Awalnya seseorang menganggap bunga pinjaman sebagai hal yang lumrah. Padahal Rasulullah SAW memberikan ancaman keras terhadap pelaku riba.
2. Ghibah
Awalnya hanya membicarakan kekurangan teman.
Lama-kelamaan menjadi kebiasaan dalam setiap pertemuan.
Padahal Allah SWT mengibaratkan ghibah seperti memakan daging saudara sendiri yang telah meninggal dunia.
(QS. Al-Hujurat: 12)
3. Namimah
Awalnya hanya menyampaikan perkataan seseorang.
Akhirnya merusak persahabatan, keluarga, bahkan menimbulkan permusuhan.
4. Dusta
Awalnya berbohong untuk bercanda.
Lama-kelamaan menjadi karakter.
Padahal Rasulullah SAW bersabda:
"Celakalah orang yang berbicara lalu berdusta agar orang lain tertawa."
(HR. Abu Dawud)
5. Riya
Awalnya ingin dipuji karena amal baik.
Lama-kelamaan seluruh ibadah dilakukan demi penilaian manusia.
Padahal riya disebut Rasulullah SAW sebagai syirik kecil yang paling beliau khawatirkan menimpa umatnya.
Namun Allah juga memerintahkan setiap hamba untuk segera bertaubat sebelum dosa semakin banyak.
Allah SWT berfirman yang artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya."
(QS. At-Tahrim: 8)
Taubat tidak hanya dilakukan setelah melakukan dosa besar.
Justru seorang mukmin dianjurkan memperbanyak istighfar setiap hari agar dosa-dosa kecil yang mungkin tidak disadari dapat diampuni oleh Allah SWT.
Bahkan Rasulullah SAW sendiri, yang telah dijamin dosanya diampuni, beristighfar lebih dari 70 kali dalam sehari, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Imam Bukhari.
Hadits ini menjadi pengingat bahwa seorang Muslim tidak boleh merasa aman hanya karena tidak melakukan dosa besar.
Semoga Allah SWT menjaga kita dari dosa-dosa yang tampak maupun yang tersembunyi, melembutkan hati kita untuk selalu peka terhadap kesalahan sekecil apa pun, serta menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa bertaubat dan memperbaiki diri sebelum terlambat.
Demikian Arti Iyyakum Wa Muhaqqaratidz Dzunub, Hadits Jangan Remehkan Dosa-dosa Kecil, Makna dan Contoh. Wallahualam bishawabi. (lis/berbagai sumber)
Baca juga: Arti Riba, Ghibah, Riya, Namimah, Hasad, Jenis Dosa Kecil yang Lebih Berat dari Zina Menurut Hadis
Baca juga: 25 Ucapan Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-66 Tahun 2026, Semangat Menegakkan Keadilan dan Integritas
Baca juga: Doa agar Jalan Takdir Anak Selalu Baik dan untuk Masa Depan Anak, Tulisan Arab, Latin dan Arti
Baca juga: Sejarah Hari Adhyaksa Setiap 22 Juli, Momentum Memperkuat Integritas Kejaksaan di Tengah Tantangan