TRIBUNMATARAMAN.COM | NGANJUK - Misteri hilangnya seorang pria bernama Gatot di Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, akhirnya mulai terungkap.
Pria tersebut ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terkubur di pekarangan samping rumahnya.
Polisi kini mengungkap kasus tersebut diduga merupakan tindak pembunuhan yang melibatkan anak angkat perempuan korban bersama kekasihnya.
Kasus ini sempat menggegerkan warga setempat karena korban sebelumnya dilaporkan menghilang selama beberapa hari.
Setelah dilakukan penyelidikan, aparat kepolisian berhasil mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam kematian korban.
Baca juga: Motor Terbakar di Trenggalek Gegara Korsleting, Penumpang Selamat Namun Kendaraan Hangus
Informasi yang dihimpun, anak angkat perempuan korban diduga menjadi pelaku utama dalam aksi pembunuhan tersebut.
Sementara itu, pacarnya diduga berperan membantu melumpuhkan korban sebelum jasadnya dikuburkan di samping rumah.
Setelah korban meninggal dunia, kedua terduga pelaku diduga mengunci rumah sehingga istri korban tidak dapat masuk.
Mereka kemudian menguburkan jasad Gatot secara tidak wajar di pekarangan samping rumah. Untuk menghilangkan jejak, gundukan tanah tersebut ditutupi menggunakan debok pisang, klaras, serta sejumlah benda lain agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Polisi menduga motif sementara dipicu persoalan hubungan asmara yang tidak mendapat restu dari korban.
Selain itu, pelaku juga mengklaim korban kerap bersikap kasar terhadap anak angkatnya. Namun, pengakuan tersebut masih terus didalami penyidik karena bertolak belakang dengan kesaksian sejumlah warga.
Warga sekitar justru menyebut Gatot dan istrinya dikenal baik serta memperlakukan anak angkatnya layaknya keluarga sendiri. Karena itu, polisi masih mendalami seluruh keterangan untuk memastikan motif sebenarnya di balik dugaan pembunuhan tersebut.
Kedua terduga pelaku berhasil ditangkap di wilayah Sidoarjo hanya beberapa jam setelah jasad korban ditemukan.
Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Nganjuk untuk mengungkap kronologi lengkap serta kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam kasus tersebut.
Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca, membenarkan pihaknya telah mengamankan terduga pelaku.
"Pelaku sudah kami amankan," kata AKP Sukaca kepada Tribun Jatim Network melalui pesan singkat, Kamis (16/7/2026).
Meski demikian, polisi belum mengungkap identitas maupun jumlah pasti pelaku yang diamankan.
Penyidik masih fokus melakukan pendalaman terhadap seluruh rangkaian peristiwa.
"Kami masih melakukan pendalaman guna mengungkap motif dan kronologi lengkap peristiwa," jelas AKP Sukaca.
Berawal dari Laporan Korban Hilang
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Gatot dilaporkan menghilang sejak Senin (13/7/2026). Informasi tersebut pertama kali disampaikan oleh pihak keluarga kepada warga sekitar.
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kaloran, Joko Hari Karyono, mengatakan istri korban sempat memberi tahu warga bahwa suaminya tidak diketahui keberadaannya.
"Istrinya bilang kalau sang suami (Gatot) hilang," ujarnya.
Sebelum dinyatakan hilang, sejumlah warga mengaku sempat mendengar suara pertengkaran dari dalam rumah korban. Namun, karena menganggap persoalan rumah tangga, tidak ada warga yang ikut campur.
"Di rumah ini sempat terjadi pertengkaran. Meski begitu karena menganggap urusan keluarga, warga tak mau ikut campur atau melerai," kata Joko.
Klaim Korban Berada di Jombang hingga Malang Timbulkan Kecurigaan
Beberapa hari setelah korban tidak terlihat, keluarga sempat menyampaikan bahwa Gatot berada di Jombang. Tak lama kemudian muncul informasi lain yang menyebut korban berada di Malang.
Pergantian informasi tersebut justru membuat warga mulai merasa curiga. Mereka menilai penjelasan tersebut tidak masuk akal karena korban dikenal tidak memiliki gangguan ingatan.
"Menurut keyakinan saya, Pak Gatot tidak mungkin hilang. Dia normal, tidak pikun. Daya ingatnya normal. Hanya saja memang Pak Gatot sedang terserang sakit paru-paru," ujar Joko.
Merasa ada kejanggalan, lima warga akhirnya mendatangi rumah korban untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Saat tiba di lokasi, mereka ditemui adik ipar korban yang saat itu menginap di rumah tersebut. Dengan persetujuan keluarga, warga kemudian memeriksa bagian dalam rumah hingga area pekarangan.
Di samping rumah, warga menemukan gundukan tanah yang tampak baru. Di atasnya terdapat susunan genting serta batang pohon pisang yang terlihat tidak lazim.
Kecurigaan semakin menguat setelah warga mencium bau busuk yang menyengat dari sekitar lokasi. Selain itu, ditemukan pula bercak darah di dekat kamar mandi.
"Warga tak membongkar gundukan itu. Di samping itu, warga juga melihat ada bercak darah di dekat kamar mandi. Kami langsung bergegas menghubungi Polsek Ngronggot. Yang saya pikirkan terjadi sesuatu," tutur Joko.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian. Setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi, jasad korban akhirnya ditemukan terkubur di pekarangan samping rumah.
(TribunMataraman.com)