Aceh Mulai Terdampak El Nino, BMKG Prediksi Suhu Capai 34 Derajat Celsius hingga Agustus
Muliadi Gani July 16, 2026 05:54 PM

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH – Provinsi Aceh mulai merasakan dampak fenomena El Nino yang ditandai dengan meningkatnya suhu udara, tingginya intensitas penyinaran matahari, serta berkurangnya tutupan awan pada siang hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi cuaca panas tersebut diperkirakan akan mendominasi wilayah Aceh hingga pertengahan dan akhir Juli 2026.

Bahkan, kondisi serupa berpotensi berlanjut hingga Agustus 2026 apabila tutupan awan masih berada pada tingkat rendah.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar, Dedy Ardana, mengatakan pengaruh El Nino di Aceh mulai terlihat meski dampaknya masih berlangsung secara bertahap dan belum terjadi secara merata di seluruh wilayah.

"Ya, Aceh sudah mulai terdampak El Nino.

Namun dampaknya masih bertahap dan belum merata di seluruh wilayah," kata Dedy, Rabu (15/7/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil analisis BMKG pada awal Juli 2026, indikator El Nino Southern Oscillation (ENSO) menunjukkan adanya kondisi El Nino di kawasan Samudra Pasifik.

Fenomena tersebut kemudian memengaruhi pola cuaca di Indonesia, termasuk Aceh.

Dampak yang mulai dirasakan berupa berkurangnya pembentukan awan pada siang hari.

Kondisi ini menyebabkan sinar matahari lebih banyak mencapai permukaan bumi sehingga suhu udara meningkat dan terasa lebih menyengat dibandingkan periode sebelumnya.

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa fenomena El Nino tidak secara otomatis menyebabkan seluruh wilayah Aceh mengalami kekeringan.

Menurut Dedy, masih terdapat faktor lain yang memengaruhi kondisi cuaca, seperti aktivitas gelombang atmosfer dan kondisi lokal yang dapat memicu terjadinya hujan.

"Pengaruh El Nino tidak berarti seluruh wilayah langsung mengalami kekeringan, karena masih ada faktor lain seperti gelombang atmosfer dan kondisi lokal yang dapat memicu hujan," ujarnya.

Baca juga: Suhu Capai 42 Derajat Celcius, Jemaah Haji Aceh Tur ke 4 Lokasi Situs Bersejarah Madinah

Suhu Banda Aceh dan Aceh Besar Bisa Capai 34 Derajat Celsius

BMKG memperkirakan cuaca Aceh dalam beberapa hari ke depan akan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan pada pagi dan siang hari.

Sementara pada sore hingga malam hari, kondisi cuaca diperkirakan berubah menjadi berawan.

Meski cuaca panas masih mendominasi, potensi hujan lokal tetap ada, terutama di kawasan pegunungan dan wilayah pantai barat Aceh.

Untuk suhu maksimum harian, BMKG memperkirakan wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar dapat mencapai 33 hingga 34 derajat Celsius.

Sementara Kabupaten Bireuen diprediksi berada pada kisaran 32 hingga 33 derajat Celsius.

Adapun wilayah Aceh Utara dan Aceh Tamiang diperkirakan memiliki suhu maksimum antara 31 hingga 32 derajat Celsius.

Sedangkan daerah dataran tinggi seperti Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues diprediksi tetap memiliki suhu yang lebih sejuk dibandingkan wilayah pesisir.

Sejumlah daerah yang berpotensi mengalami suhu maksimum tertinggi selama periode cuaca panas ini meliputi Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Tamiang, Bireuen, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Kota Langsa, Pidie, serta Pidie Jaya.

Dedy menjelaskan, peningkatan suhu maksimum harian dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya dominasi cuaca cerah yang membuat radiasi matahari mencapai permukaan bumi secara maksimal, berkurangnya tutupan awan pada siang hari, rendahnya kelembapan udara dibandingkan musim hujan, serta menguatnya massa udara kering seiring perkembangan musim kemarau.

"Kondisi tersebut menyebabkan suhu maksimum harian di sejumlah stasiun BMKG Aceh menjadi lebih tinggi dibanding beberapa minggu sebelumnya," jelasnya.

Baca juga: Tim Gabungan Sita 70 Ribu Batang Rokok Ilegal dalam Razia di Aceh Barat Daya

Masyarakat Diminta Waspadai Dampak Cuaca Panas

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan.

Masyarakat disarankan membatasi kegiatan di bawah terik matahari pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB apabila tidak ada keperluan mendesak.

Warga juga diminta memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi serta menggunakan perlindungan seperti topi, payung, maupun tabir surya saat beraktivitas di bawah terik matahari.

Selain dampak terhadap kesehatan, kondisi cuaca yang semakin kering juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Karena itu, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan.

Di sisi lain, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi hujan lokal yang masih dapat terjadi, terutama pada sore hingga malam hari di wilayah pegunungan dan pantai barat Aceh.

"BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG sebelum melakukan aktivitas maupun perjalanan," pungkas Dedy.

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Baca juga: Cuaca Ekstrem! Aceh Jadi Wilayah Terpanas di Indonesia, BMKG Catat Suhu Capai 36 Derajat Celsius

Baca juga: Seberapa Panas Suhu Maksimal yang Manusia Sanggup Tahan?

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.