TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Krisis antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU Kota Medan mendapat perhatian serius pemerintah Sumatera Utara dan Pemko Medan.
Hingga saat ini antrean mengular di semua SPBU di Medan belum normal kembali.
Setelah masyarakat mengeluhkan antrean panjang selama beberapa hari terakhir, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama pemerintah Kota Medan turun langsung meninjau Fuel Terminal Pertamina Patra Niaga di Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (16/7/2026).
Peninjauan yang berlangsung itu dipimpin Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Sumut Dedi Jaminsyah Putra Harahap atas arahan Gubernur Sumut Bobby Nasution.
Pemko Medan diwakili oleh Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, Camat Medan Labuhan Elias Padang, serta sejumlah anggota DPRD Sumut dan jajaran pemerintah.
"Rombongan memastikan langsung kondisi stok BBM di terminal penyimpanan sekaligus meminta percepatan distribusi ke seluruh SPBU, khususnya di Kota Medan dan wilayah Sumatera Utara," kata Dedi Jaminsyah Putra Harahap.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut setelah sehari sebelumnya, Rabu (15/7/2026), Wakil Wali Kota Medan bersama Camat Medan Labuhan lebih dahulu meninjau fasilitas Pertamina Patra Niaga di kawasan yang sama guna memastikan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi.
Dalam kesempatan itu, Anggota Komisi XII DPR RI, Ade Jona Prasetyo meminta PT Pertamina Patra Niaga bersama PT Elnusa Petrofin segera menuntaskan persoalan distribusi yang menyebabkan antrean panjang di berbagai SPBU.
"Masyarakat tidak boleh terus menjadi korban akibat tersendatnya penyaluran BBM yang berdampak pada aktivitas ekonomi maupun mobilitas warga," katanya.
Menanggapi desakan tersebut, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Sunardi menyatakan distribusi BBM terus dipercepat.
Pertamina menargetkan penyaluran kembali normal mulai Kamis (16/7/2026) pukul 00.00 WIB.
Meski demikian, pernyataan tersebut masih menjadi perhatian karena hingga beberapa hari terakhir masyarakat tetap harus mengantre berjam-jam di sejumlah SPBU.
Kondisi itu memicu keluhan dari pengendara, pelaku usaha hingga sopir angkutan yang mengaku kehilangan waktu dan pendapatan akibat sulit memperoleh BBM.
Usai meninjau Fuel Terminal Medan Labuhan, rombongan melanjutkan pemantauan ke SPBU di Jalan Kapten Sumarsono, Kecamatan Medan Helvetia, untuk memastikan distribusi mulai berjalan normal di tingkat lapangan.
Pemprov Sumut dan Pemko Medan menegaskan akan terus mengawal proses normalisasi distribusi BBM melalui koordinasi dengan Pertamina dan seluruh pemangku kepentingan hingga pasokan benar-benar kembali stabil.
Sementara itu, warga berharap persoalan ini tidak lagi berulang. Mereka meminta Pertamina melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi, meningkatkan kesiapan armada pengangkut, serta memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat saat terjadi gangguan pasokan.
"Warga berharap antrean panjang yang sempat melumpuhkan aktivitas harian menjadi pelajaran bagi Pertamina agar pelayanan distribusi BBM ke depan lebih andal, sehingga masyarakat tidak lagi menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar," kata Ihsan warga Medan Marelan yang antre bbm hingga tengah malam.
(Dyk/Tribun-Medan.com)