SURYA.CO.ID, SURABAYA – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur ungkap keberhasilan dalam menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 5,4 kilogram asal Malaysia, Kamis (16/7/2026).
Pengungkapan besar ini sekaligus membongkar siasat baru para sindikat narkoba internasional yang mencoba mengelabui petugas di lapangan.
BNN Jatim menyebut pengungkapan kasus penyelundupan ini menjadi bukti nyata ketegasan aparat dalam melindungi puluhan ribu generasi muda dari cengkeraman barang haram itu pada
Aparat menegaskan tidak akan memberi ampun sedikit pun bagi para pelaku kejahatan narkotika di wilayah hukum Jawa Timur.
Baca juga: Bunga Ganja Thailand 3 Ton Leluasa Masuk Gudang di Gresik lewat Impor Resmi, Bandarnya WNA Malaysia
Petugas dibuat terkejut dengan modus operandi pelaku yang sengaja mengemas barang bukti itu tanpa menggunakan bungkus makanan atau minuman seperti kasus pada umumnya.
“Ini merupakan jaringan Malaysia, yang berupaya sekaligus melihat potensi maupun peredaran Narkotika di Jawa Timur,” ujar Brigjen Pol Budi, di Kantor BNN Provinsi Jawa Timur, Jalan Sukomanunggal, Kota Surabaya, Kamis (16/7/2026).
Dari barang bukti itu, pihaknya mengklaim telah menyelamatkan kurang lebih 55.000 warga Jawa Timur, dari ketergantungan Narkoba.
“Ketika seseorang tergantung narkotika, maka itu menjadi pangsa pasar aktif bagi pengedar narkotika itu sendiri,” ucapnya.
“Kami mempelajari dan mendapatkan informasi tidak hanya dalam satu pihak, namun beberapa lembaga,” tuturnya.
Baca juga: Profil Yayasan Ipda Purnomo di Lamongan yang Dipercaya BNN Jadi Tempat Rehabilitasi Narkoba
Pemberantasan jaringan internasional itu dipastikan akan terus dikembangkan secara terintegrasi bersama seluruh instansi terkait demi membersihkan lingkungan masyarakat.
“Saya himbau para pemain narkotika, segera hengkang dari Jawa Timur. Pelan, lambat atau cepat, kami bergerak, dan berkolaborasi dengan aparat penegak hukum,” tegasnya.
“Kami tidak ingin beberapa keluarga, lingkungan masyarakat perkotaan atau perdesaan, harus berubah gara-gara narkotika. Ini merupakan salah satu langkah nyata pemberantasan narkoba,” tandasnya.