BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA- Wilayah terdampak krisis air bersih di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan terus bertambah seiring musim kemarau.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mencatat hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 20 desa di delapan kecamatan telah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan distribusi air bersih masih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga di daerah terdampak.
"Hingga saat ini sudah ada 20 desa yang tersebar di delapan kecamatan terdampak. Kami telah menyalurkan 82 unit tandon air, sedangkan total air bersih yang didistribusikan mencapai 430 ribu liter atau sekitar 86 kali pengiriman menggunakan mobil tangki," ujar Wasis, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, BPBD terus mengoptimalkan Posko Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan yang tidak hanya menangani kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Baca juga: Baru Dapat Lima Siswa Baru, SDN Tunggul Irang Ulu Banjar Perpanjang Pendaftaran Hingga Agustus
Baca juga: Pasca Ambles, Jalan Veteran Sungai Lulut Banjarmasin Bakal Ditutup Sementara
Distribusi air dilakukan berdasarkan permohonan dari pemerintah desa yang kemudian ditindaklanjuti dengan asesmen di lapangan. Desa yang belum memiliki tempat penampungan air juga dipinjamkan tandon agar penyaluran kepada warga lebih efektif.
Saat ini, wilayah yang terdampak tersebar di delapan kecamatan, yakni Astambul, Martapura, Martapura Barat, Martapura Timur, Matraman, Sambung Makmur, serta dua kecamatan lainnya yang baru masuk dalam daftar wilayah terdampak.
Dalam pelaksanaan distribusi, BPBD bekerja sama dengan BPAM Banjarbakula, PT Air Minum Intan Banjar (Perseroda), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar, PMI, relawan, BPK, Buser 690, serta TNI dan Polri.
Wasis mengimbau masyarakat yang mulai mengalami kesulitan air bersih agar segera berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mengajukan permohonan bantuan kepada BPBD.
"Begitu ada permohonan dari desa dan hasil asesmen menunjukkan masyarakat memang membutuhkan, kami akan segera menjadwalkan dropping air bersih. Selama kondisi kekeringan masih berlangsung, distribusi akan terus kami lakukan," tegasnya.
(Banjarmasin Post/Nurholis Huda)