Kronologi Lengkap WNA Singapura Bunuh Kekasih di Kamar Kos, Wanita Asal Jember Tewas Mengenaskan
Eko Setiawan July 16, 2026 07:27 PM


TRIBUNBATAM.id, DENPASAR 
– Misteri aroma busuk yang selama beberapa hari mengganggu warga di kawasan Jalan Mekar II, Pedungan, Denpasar Selatan, akhirnya terungkap.

Sumber bau tersebut ternyata berasal dari jasad seorang perempuan berinisial AS (26), warga asal Tegal, Jawa Tengah, yang ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya pada Rabu (15/7/2026) malam.

Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Tubuhnya telah membusuk dan tertimbun tumpukan boneka serta karpet yang dilipat. Polisi kini menduga AS menjadi korban penganiayaan berat.

Berdasarkan penyelidikan sementara, korban diduga meninggal sejak Sabtu (11/7/2026) setelah mengalami kekerasan yang diduga dilakukan oleh kekasihnya, MZ, seorang warga negara Singapura.

Usai kejadian, korban diduga ditinggalkan begitu saja di dalam kamar hingga jasadnya baru ditemukan beberapa hari kemudian.

Berawal dari Kekhawatiran Sang Adik

Terungkapnya kasus ini bermula dari rasa khawatir adik kandung korban, RAS, yang berulang kali mencoba menghubungi kakaknya namun ponselnya selalu tidak aktif.

Pada Rabu sekitar pukul 19.00 Wita, RAS memutuskan mendatangi kamar kos korban.

Belum sempat masuk ke dalam, ia sudah mencium aroma busuk yang sangat menyengat sejak berada di depan pagar kos.

Kecurigaannya semakin besar ketika bau tersebut berasal dari kamar kakaknya.

Saat masuk ke dalam ruangan, tubuh korban tidak langsung terlihat. RAS hanya melihat helai rambut kakaknya muncul dari balik tumpukan boneka dan karpet yang menutupi tubuh korban.

Pacar Korban Tiba-tiba Keluar lalu Kabur

Di tengah kepanikan itu, MZ yang diketahui merupakan kekasih korban tiba-tiba keluar dari kamar sebelah.

RAS sempat menanyakan keberadaan kakaknya, namun tidak mendapat jawaban. Karena curiga, ia memukul MZ menggunakan helm.

Meski demikian, pria berkewarganegaraan Singapura tersebut berhasil melarikan diri menggunakan sepeda motor Honda Scoopy sebelum berhasil diamankan.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Denpasar Selatan.

Jasad Sudah Membusuk dan Sulit Diidentifikasi

Petugas kepolisian bersama tim identifikasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Korban ditemukan dalam posisi tengkurap di lantai kamar dengan kepala menghadap ke barat dan kaki ke arah timur.

Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian berwarna gelap dan celana dalam cokelat.

Seluruh tubuh korban tertutup tumpukan boneka serta karpet yang dilipat.

"Korban sudah mengalami pembusukan dan mengeluarkan bau yang sangat menyengat. Seluruh tubuhnya dalam posisi tertimbun boneka-boneka dan karpet yang terlipat," ujar Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, Kamis (16/7/2026).

Kondisi jenazah yang telah membengkak akibat pembusukan membuat petugas kesulitan mengidentifikasi adanya luka atau tanda kekerasan secara kasatmata.

Kulit korban juga telah mengelupas sehingga pemeriksaan awal di lokasi belum dapat memastikan penyebab kematian.

Polisi Duga Korban Dicekik

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga korban mengalami penganiayaan berat sebelum meninggal dunia.

Korban diduga dicekik, namun kepastian mengenai penyebab kematian masih menunggu hasil autopsi dari tim forensik.

"Sesuai hasil olah TKP, kondisi korban memang sudah mengalami pembusukan dan pembengkakan. Untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, saat ini perlu dilakukan proses autopsi lebih lanjut," kata Iptu Azel.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar sekitar pukul 23.05 Wita untuk menjalani pemeriksaan forensik.

Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan intensif dan memburu keberadaan MZ yang diduga melarikan diri usai jasad korban ditemukan.

Sumber: Tribunbatali.com
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.