Lampung Disiapkan Jadi Pusat Hilirisasi Singkong, Kemenperin Bakal Bangun Balai Diklat Industri
soni yuntavia July 16, 2026 08:41 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Kementerian Perindustrian ( Kemenperin ) menyiapkan langkah konkret untuk memperkuat hilirisasi industri pangan di Lampung dengan rencana membangun Balai Diklat Industri (BDI) 

Baca juga: Wagub Jihan: Pabrik Bioetanol Singkong di Lampung Masih Persiapan Lahan

Fokusnya pada pengembangan sumber daya manusia sektor agro, khususnya industri berbasis singkong.

Menurut Faisol, Lampung memiliki keunggulan strategis sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera dengan dukungan infrastruktur seperti Jalan Tol Trans Sumatera, pelabuhan internasional, dan kawasan industri yang terus berkembang. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal kuat untuk mendorong Lampung sebagai pusat industri pangan nasional.

"Kami ingin Lampung tidak hanya menjadi daerah penghasil bahan baku, tetapi mampu menghasilkan produk olahan bernilai tambah yang berdaya saing," ujar Faisol.

Sebagai bentuk dukungan, Kemenperin bersama Pemerintah Provinsi Lampung akan membangun Balai Diklat Industri yang diproyeksikan menjadi pusat pengembangan tenaga kerja industri.

"BDI akan menyiapkan SDM yang dibutuhkan industri di Lampung, terutama sektor agro berbasis singkong. Mudah-mudahan pembangunan dapat dimulai akhir tahun ini atau tahun depan," katanya.

Faisol menjelaskan, pembangunan BDI merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri dari sisi sumber daya manusia, sehingga mampu mendukung investasi dan percepatan hilirisasi di daerah.

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Lampung yang telah memiliki regulasi mengenai tata kelola dan hilirisasi singkong. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi fondasi penting untuk menarik investasi dan mempercepat pertumbuhan industri pengolahan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan pemerintah daerah saat ini tengah berkoordinasi dengan Kemenperin terkait persiapan pembangunan BDI, termasuk penyelesaian administrasi dan pembebasan lahan.

"Kami sedang menyelesaikan berbagai persiapan teknis agar proses pembangunan dapat segera berjalan. Selanjutnya akan dilakukan kolaborasi dengan pemerintah pusat," ujar Jihan.

Selain itu, Pemprov Lampung juga terus menjalin komunikasi dengan calon investor guna meningkatkan minat investasi di sektor industri pengolahan.

Meski belum dipastikan masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), Faisol menegaskan fokus utama pemerintah adalah mempercepat realisasi pembangunan fasilitas tersebut.

"Kami ingin pembangunannya bisa segera terealisasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh industri dan masyarakat Lampung," katanya.

( Tribunlampung.co.id ) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.