TRIBUN-WOW.COM - Wayne Rooney merasa heran dengan strategi Thomas Tuchel membiarkan Lionel Messi saat Inggris kalah dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026.
Timnas Inggris memupus asa lolos ke final Piala Dunia 2026 usai menelan kekalahan dari Timnas Argentina di babak semifinal dengan skor 2-1, Kamis (16/7/2026).
Dua assist Lionel Messi dalam tempo kurang dari 10 menit membuyarkan asa Inggris yang sempat unggul 1-0 sejak menit ke-55.
Dua gol yang dicetak Enzo Fernandez (83') dan Lautaro Martinez (90+2') berhasil membalikkan keadaan dan semua itu karena Messi.
Rooney sangat terheran dengan keputuaan Tuchel memainkan strategi bertahan yang justru berbalik menjadi bumerang.
Hal itu sangat disayangkan Rooney, Inggris sebenarnya berada di posisi sangat bagus tapi kemudian dibuat bingung tak bisa berbuat apa-apa.
Petaka awal Inggris karena strategi bermain bertahan, hal itu memberikan Argentina keleluasaan dalam menciptakan peluang mencetak gol.
Gol pertama Argentina adalah awalnya, Inggris gagal mengembalikan ritme permainan yang sudah dikuasai lawan hingga akhirnya tercipta gol kedua.
Baca juga: Ancaman Sanksi Jude Bellingham yang Tampar Pemain Argentina setelah Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Setelah jeda minum di babak kedua, Tuchel mengganti Gordon dengan bek Ezri Konsa lalu memasukkan Dan Burn dan Nico O'Reilly setelah Reece James dan Declan Rice mengalami cedera.
"Kami sudah berada di posisi yang sangat bagus dan kami tidak tahu harus berbuat apa," kata Rooney lagi
"Kami bermain bertahan, membiarkan mereka menyerang kami. Mereka memberi tekanan pada kami dan kami pun menyerah."
"Begitu mereka mencetak gol pertama, tak terhindarkan lagi mereka akan mencetak gol kedua," imbuhnya.
Rooney sangat menyayangkan itu karena seharusnya Inggris dapat bermain menekan seperti di awal pertandingan.
Dampak keputusan Tuchel untuk bermain bertahan sangat besar, apalagi membiarkan seorang Lionel Messi leluasa bermain menyerang.
"Saat Anda berada di puncak, Anda harus tetap di puncak," kata Rooney melanjutkan.
"Kami unggul 1-0, lalu bertahan, melakukan perubahan, bermain dengan lima atau enam pemain di lini belakang."
"Jika Anda membiarkan Messi dan Argentina menyerang Anda, Anda akan mendapat masalah," pungkasnya.
Nasi pun telah menjadi bubur, Inggris tak dapat menarik waktu kembali dan akhirnya tersingkir usai menelan kekalahan.
Argentina melaju ke final dan akan berhadapan dengan Spanyol yang lebih dulu mengalahkan Prancis.
Tim Tango berpeluang menjaga gelar juara juara meski lawan yang dihadapi benar-benar tim yang berbeda.
Spanyol menjadi negara kuat kedua yang dihadapi Messi dkk setelah Inggris di Piala Dunia 2026.
Kesuksesan Spanyol memulangkan Prancis adalah bukti tim Matador berada di level yang lain.
Laga final Piala Dunia 2026 akan digelar pada Senin (20/7/2026) di Stadion New York New Jersey, East Rutherford, Amerika Serikat.
Baca juga: Ucapan Terakhir Jude Bellingham saat Adu Mulut Vs Messi di Piala Dunia: Ronaldo Lebih Baik Darimu
(TRIBUN-WOW.COM)
https://superball.bolasport.com/read/334396402/rooney-ke-tuchel-kenapa-kau-biarkan-messi-bebas-menyerang
VP: RAMA(MAGANG)