SURYA.CO.ID, NGANJUK – Satreskrim Polres Nganjuk menangkap dua pelaku pembunuhan pria yang jasadnya ditemukan terkubur di pekarangan samping rumah di Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot. Kedua tersangka dibekuk hanya dalam waktu 10 jam setelah penemuan jasad korban.
Pengungkapan kasus itu mengakhiri teka-teki hilangnya Gatot Tri Wahyu Widodo (53), warga Desa Kaloran, yang sebelumnya dikabarkan menghilang secara misterius.
Penyelidikan intensif membawa polisi kepada dua orang terdekat korban, yakni anak angkatnya sendiri dan kekasih anak angkat tersebut. Keduanya kini telah diamankan beserta sejumlah barang bukti untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Korban diketahui bernama Gatot Tri Wahyu Widodo (53), warga Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk.
Sementara dua tersangka yang diamankan yakni DM (19), warga Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, dan NJS (28), warga Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk.
Baca juga: Pelaku Pembunuhan Gatot Ditangkap, Polisi Dalami Motif di Balik Jasad Terkubur Di Pekarangan
DM merupakan anak angkat korban, sedangkan NJS merupakan kekasih DM.
Wakapolres Nganjuk Kompol Didid Wahyu Agustyawan mengatakan, kedua tersangka diamankan sekitar pukul 01.00 WIB, Kamis (16/7/2026), atau hanya 10 jam setelah jasad korban ditemukan warga pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
"Benar, tersangka sudah diamankan. Tersangka adalah anak angkat korban dan kekasihnya," katanya.
Menurut Didid, kedua tersangka ditangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Nganjuk dan langsung dibawa ke Mapolres Nganjuk untuk menjalani pemeriksaan.
Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa cangkul, lembar permintaan autopsi Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk, serta satu unit sepeda motor Honda Vario bernomor polisi AD 3872 DC beserta surat kendaraan.
"Tersangka dan barang bukti diamankan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut," jelasnya.
Berawal dari Kecurigaan Warga terhadap Gundukan Tanah.
Kasus ini bermula dari penemuan jasad yang terkubur di pekarangan samping rumah korban di Dusun Nanggungan, Desa Kaloran. Sebelum jasad ditemukan, Gatot dikabarkan menghilang sejak Senin (13/7/2026), sebagaimana informasi yang disampaikan pihak keluarga kepada warga.
Baca juga: Bau Menyengat Ungkap Temuan Jasad Gatot di Pekarangan Rumahnya di Nganjuk, Pelakunya Anak Angkat?
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kaloran, Joko Hari Karyono, mengatakan kabar hilangnya korban pertama kali disampaikan oleh istrinya.
"Istrinya bilang kalau sang suami (Gatot) hilang," katanya, Rabu (15/7/2026).
Joko mengungkapkan, sebelum korban menghilang, warga sempat mendengar pertengkaran dari dalam rumah. Namun, karena menganggap persoalan rumah tangga sebagai urusan pribadi, warga memilih tidak ikut campur.
"Di rumah ini sempat terjadi pertengkaran. Meski begitu karena menganggap urusan keluarga, warga tak mau ikut campur atau melerai," terangnya.
Kecurigaan warga semakin menguat setelah korban tak kunjung terlihat beraktivitas. Rencana keluarga melaporkan kehilangan ke polisi sempat batal lantaran muncul informasi bahwa korban berada di Jombang, lalu disebut berpindah ke Malang.
Meski begitu, Joko mengaku tidak yakin korban pergi begitu saja karena kondisi kesehatannya.
"Kami curiga. Menurut keyakinan saya, pak Gatot tidak mungkin hilang. Dia normal tidak pikun. Daya ingatnya normal. Hanya saja memang pak Gatot sedang terserang sakit paru-paru," paparnya.
Merasa ada yang janggal, lima warga kemudian mendatangi rumah korban untuk melakukan pengecekan. Setelah mendapat izin masuk dari adik ipar korban yang sedang menginap di rumah tersebut, mereka menyisir seluruh bagian rumah hingga pekarangan.
"Keluarga ini dikenal tertutup. Jarang berinteraksi dengan warga," urainya.
Saat memeriksa pekarangan samping rumah, warga menemukan gundukan tanah yang tampak baru diuruk. Di atasnya terdapat susunan genting dan batang pohon pisang. Aroma busuk yang menyengat semakin memperkuat dugaan adanya sesuatu yang tidak beres.
"Warga masuk rumah itu. Kami menyisir di berbagai titik," paparnya.
Joko mengatakan warga tidak berani membongkar gundukan tersebut. Selain itu, mereka juga menemukan bercak darah di dekat kamar mandi sebelum akhirnya melaporkan temuan itu ke Polsek Ngronggot.
"Warga tak membongkar gundukan itu. Di samping itu, warga juga melihat ada bercak darah di dekat kamar mandi. Kami langsung bergegas menghubungi Polsek Ngronggot. Yang saya pikirkan terjadi sesuatu," ujarnya.